Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan Senin (28/9/2026) di level 6.181, turun 0,97 persen.
Koreksi indeks dipicu oleh tekanan jual pada sektor komoditas.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,1 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 2,9 persen, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tergerus 2,3 persen.
Pelemahan juga melanda PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang menyusut 1,1 persen serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi 0,8 persen.
Pada awal sesi, IHSG dibuka di posisi 6.209,746 dan sempat menguat ke level tertinggi 6.227,899.
Tekanan pasar kemudian menyeret indeks ke rentang terendah 6.174,306.
Pergerakan pasar didominasi tren negatif dengan 496 saham melemah, sementara 193 saham menguat dan 102 saham stagnan.
Volume transaksi tercatat 23,388 miliar saham dengan nilai Rp 6,416 triliun dan frekuensi 1.020.488 kali.
Bursa Asia Variatif
Pasar saham regional Asia bergerak bervariasi pada hari yang sama.
Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan lonjakan 0,64 persen, diikuti Straits Times Singapura naik 0,62 persen dan S&P/ASX 200 Australia terangkat 0,32 persen.
Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang terkoreksi tipis 0,06 persen.
Bursa China dan Korea Selatan mengalami tekanan signifikan, dengan Shanghai Composite merosot 1,74 persen dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,90 persen.
Dinamika variatif ini terjadi saat pelaku pasar mencermati perkembangan pasar global dan sentimen ekonomi yang memengaruhi harga aset berisiko.