Nilai transaksi Koperasi Desa Merah Putih tercatat menembus Rp31 miliar hingga Selasa, 29 September 2026.
Capaian itu muncul menjelang dimulainya operasional resmi lembaga tersebut.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengonfirmasi angka yang telah terdata dalam sistem.
"Sekarang kalau enggak salah transaksi hari ini Rp 31 miliar," kata Joao di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (29/9/2026).
Peran Strategis dalam Rantai Pasok
Koperasi berbasis pedesaan ini diproyeksikan berperan strategis dalam rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat serta program bantuan pemerintah.
Berbagai komoditas penting akan disalurkan melalui jaringan koperasi ini, seperti beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan harian, LPG 3 kilogram, hingga pupuk bersubsidi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa persiapan infrastruktur dan manajerial terus dimatangkan untuk mendukung distribusi nasional tersebut.
"Nanti 1 Oktober sudah ada manajer, ada beras subsidi, pupuk subsidi, beras SPHP, bantuan pangan, gas 3 kilo, Mekaar dengan bunga subdisi," kata Zulkifli Hasan.
Selain penyaluran komoditas fisik, operasional lembaga ini juga terintegrasi dengan pembiayaan program PNM Mekaar.
Pemerintah menargetkan peluncuran resmi Kopdes Merah Putih dimulai pada 1 Oktober 2026 secara bertahap sesuai kesiapan tiap unit.
Dari seluruh peserta penempatan manajer, sekitar 1.900 orang atau 11 persen telah ditempatkan di luar provinsi domisili mereka.
