unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Mengenal Telur Cage-Free, Jaga Kualitas Produksi Sejak Pemeliharaan Ayam
News

Mengenal Telur Cage-Free, Jaga Kualitas Produksi Sejak Pemeliharaan Ayam

Mengenal Telur Cage-Free, Jaga Kualitas Produksi Sejak Pemeliharaan Ayam
Ilustrasi bantuan pangan daging ayam dan telur
A A Ukuran Teks16px

Kesadaran masyarakat soal pangan kini tidak berhenti pada kualitas produk, tetapi juga menelusuri proses produksinya. Salah satu yang mulai dikenal adalah telur cage-free, yakni telur dari ayam petelur yang dipelihara tanpa kandang baterai individual.

Ketua Indonesia Cage-Free Association (ICFA) Kristina Yolanda menjelaskan, perbedaan utama telur cage-free dengan telur konvensional terletak pada sistem pemeliharaannya, bukan pada bentuk atau warna telurnya. Pada Kamis (29/10/2026), ia menegaskan telur cage-free sebenarnya sama dengan telur biasa dari segi warna dan bentuk; yang membedakan hanyalah cara ayamnya dipelihara.

Dalam sistem kandang baterai konvensional, ayam ditempatkan di kandang individual yang sempit dengan ruang gerak sangat terbatas, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di sana sejak masa pemeliharaan hingga masa produksi telur. Sebaliknya, pada sistem cage-free ayam bergerak lebih leluasa di area kandang tanpa sekat individual, sehingga berkesempatan mengekspresikan perilaku alami seperti berjalan, mengepakkan sayap, dan berinteraksi dengan ayam lain.

Tetap Sistem Terkelola, Bukan Lepas Liar

Yolanda mengakui sistem ini dalam beberapa hal mirip pemeliharaan ayam kampung karena ruang geraknya luas. Namun ia menekankan cage-free tetaplah sistem peternakan terkelola dengan standar dan penataan fasilitas untuk menunjang kesejahteraan ayam sekaligus menjaga produktivitas. Hingga 2026, ICFA mencatat 58 anggota di seluruh Indonesia. Berdasarkan survei yang digelar ICFA, sekitar 60 persen anggota bergabung karena kepedulian pada kesejahteraan hewan.

Pemahaman Publik Masih Rendah

Meski pasar cage-free tumbuh di Asia, pemahaman publik Indonesia masih menjadi tantangan: dari 1.294 responden survei ICFA, hanya 27,9 persen yang pernah mendengar sekaligus memahami konsep ini. Dari sisi industri kuliner, Head Chef Pizza Marzano Endang Sunardi berpendapat cage-free bisa menjadi bahan yang lebih baik dan kualitasnya lebih sehat. Namun perlu diluruskan: secara umum telur cage-free tidak otomatis bernutrisi lebih tinggi dari telur konvensional, karena kandungan gizi dipengaruhi pakan, kondisi ayam, dan proses produksi. Keunggulan cage-free sesungguhnya ada pada sistem pemeliharaannya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru