Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Kedua komoditas tersebut turut berkontribusi terhadap inflasi September 2026, sehingga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi menjadi perhatian.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah mempersiapkan kebutuhan logistik lebih awal untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan selama periode libur akhir tahun.
Menurutnya, persiapan dini memberi pemerintah waktu memadai untuk merespons berbagai kemungkinan yang memengaruhi ketersediaan pangan.
Dalam keterangannya di kantor pada Senin (26/10/2026), Zulkifli menyebut perkembangan harga sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian, termasuk cabai yang mengalami kenaikan.
"Pasar menjadi perhatian, termasuk harga-harga.
Ada yang stabil, ada yang naik, ada yang turun juga, termasuk yang naik ini cabai rawit, cabai merah," ujar Zulkifli.
Ia menegaskan langkah antisipasi disiapkan jauh sebelum periode perayaan akhir tahun agar pemerintah dapat mengatur persediaan dan distribusi secara optimal.
"Jadi kita jauh hari, kita bersiap-siap agar punya cukup waktu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dan kita menyiapkan persediaan logistik distribusi sebaik-baiknya," kata Zulkifli.
Kekeringan Kurangi Produksi Cabai
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaitkan kenaikan harga cabai dengan tekanan inflasi pada September 2026.
Berdasarkan penjelasannya, inflasi tahunan tercatat sebesar 3,28 persen, sedangkan inflasi bulanan meningkat sekitar 0,3 persen dibandingkan Agustus.
Tito menyebut kelompok makanan dan minuman menjadi salah satu penyumbang inflasi.
Namun, komoditas yang terutama mendapat perhatian pemerintah adalah cabai rawit dan cabai merah, bukan bahan pangan pokok lainnya.
"Penyumbang utamanya adalah sektor makanan dan minuman. Namun, dalam sektor tersebut, yang terutama terlihat adalah cabai.
Jadi, bukan makanan pokok, melainkan cabai rawit dan cabai merah," ujar Tito.
Tito menjelaskan kekeringan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga cabai karena kondisi tersebut mengurangi produksi di sejumlah daerah penghasil.
Berkurangnya hasil panen kemudian menjadi faktor yang memengaruhi pasokan cabai di pasar.
"Terutama dikarenakan kekeringan, sehingga beberapa daerah produksi cabai rawit berkurang," tegas Tito.