unique visitors counter
⌂ Beranda › News › BTN, BNI, Mandiri: Transaksi Digital Naikkan Fee Based Income
News

BTN, BNI, Mandiri: Transaksi Digital Naikkan Fee Based Income

Ilustrasi transaksi perbankan digital melalui aplikasi mobile banking
BTN, BNI, Mandiri: Transaksi Digital Naikkan Fee Based Income
A A Ukuran Teks16px

Pertumbuhan transaksi lewat layanan perbankan digital mulai memberi kontribusi nyata bagi pendapatan dan penghimpunan dana sejumlah bank besar di Indonesia.

BTN, BNI, dan Bank Mandiri menjadi tiga bank yang mencatat perkembangan positif pada segmen tersebut.

Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi pembayaran digital nasional mencapai 48,98 miliar transaksi selama sembilan bulan tahun ini, naik 38,28% secara tahunan.

Kenaikan itu tidak hanya terlihat dari frekuensi pemakaian aplikasi, tetapi juga dari pertumbuhan nilai transaksi, jumlah pengguna, dan pendapatan perbankan.

Bale by BTN dan Kontribusi ke Pendapatan

BTN mencatat kenaikan jumlah transaksi melalui aplikasi Bale by BTN sebesar 46% yoy, sementara nilai transaksinya bertambah 44% yoy hingga September 2026.

Dalam satu setengah tahun sejak diluncurkan, aplikasi tersebut telah mengumpulkan 5 juta pengguna.

SVP Digital Business BTN Tresia Sarumpaet menyebut penghimpunan dana tabungan melalui ekosistem digital perusahaan meningkat sekitar 30% yoy.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi atau fee based income bertumbuh 42% yoy.

"Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas transaksi digital turut mendukung penghimpunan dana sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis komisi," kata Tresia dalam keterangannya kepada Kontan pada Jumat (30/10/2026).

Nasabah memakai Bale by BTN untuk transfer melalui BI-FAST, pemindahan dana antar rekening BTN maupun antarbank, serta pembayaran menggunakan QRIS.

Layanan lain mencakup pembelian token listrik, pembayaran tagihan PDAM, dan pengisian saldo dompet elektronik.

Ke depan, BTN berencana memperluas penggunaan layanan digital lewat pengembangan fitur, peningkatan mutu pelayanan, program promosi, dan perluasan ekosistem.

Wondr, BNIdirect, Livin, dan Kopra

Hingga kuartal III-2026, aplikasi ritel wondr by BNI membukukan pertumbuhan transaksi 25% yoy dengan nilai mencapai Rp 1.774 triliun.

Pada segmen bisnis dan korporasi, BNIdirect mencatat peningkatan nilai transaksi 16% yoy menjadi Rp 9.324 triliun.

Wondr by BNI telah digunakan 16,6 juta pengguna, naik 58% yoy, sedangkan BNIdirect memiliki 293 ribu pengguna atau bertambah 19% yoy.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas pada kedua platform ikut memperkuat posisi dana murah perusahaan.

Hingga kuartal III, dana murah BNI tumbuh 19,6% yoy menjadi Rp 733,7 triliun.

Menurut Okki, kondisi pendanaan yang semakin kuat memberi keleluasaan bagi perusahaan dalam mempertahankan fungsi intermediasi perbankan.

"BNI terus membangun pengalaman nasabah yang konsisten melalui penguatan layanan di sisi depan yang ditopang keandalan operasional, sistem, dan infrastruktur di back end," sebut Okki.

Bank Mandiri juga membukukan pertumbuhan transaksi melalui dua platform digital yang melayani nasabah ritel dan korporasi.

Hingga September 2026, Livin' by Mandiri mencatat nilai transaksi Rp 3.863 triliun atau meningkat 20% yoy.

Kopra by Mandiri yang melayani segmen korporasi membukukan transaksi senilai Rp 22.801 triliun, bertambah 17% yoy.

Livin' by Mandiri telah memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar, sedangkan Kopra by Mandiri mencapai 406 ribu pengguna terdaftar.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut perkembangan transaksi digital tersebut memberikan dukungan terhadap pendapatan perusahaan.

Pendapatan bunga Bank Mandiri meningkat 7,08% yoy menjadi Rp 97,3 triliun, sementara pendapatan nonbunga tumbuh lebih tinggi 13,8% yoy menjadi Rp 29,4 triliun.

Novita menempatkan pendapatan berbasis komisi sebagai salah satu penopang penting dalam mempertahankan pertumbuhan laba perusahaan.

"Semakin aktif nasabah bertransaksi, semakin besar pendapatan berulang yang bisa kami bangun," ujarnya.

Bank Mandiri terus mengembangkan layanan digital dengan menempatkan pengalaman pengguna sebagai salah satu landasan pengembangan.

Perusahaan mengintegrasikan berbagai kebutuhan nasabah dalam satu aplikasi, mulai dari menabung, bertransaksi, memperoleh pembiayaan, hingga berinvestasi dan mengakses solusi gaya hidup.

Ketiga bank memperlihatkan bahwa pertumbuhan penggunaan layanan digital berjalan beriringan dengan peningkatan penghimpunan dana dan pendapatan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru