Google mengumumkan model kecerdasan buatan puncak baru bernama Argon untuk menopang generasi Gemini 4.
Langkah ini menjadi upaya baru perusahaan mengejar Anthropic dan OpenAI dalam persaingan AI.
Juru bicara perusahaan menyebut Argon berukuran lebih besar dibanding lini model Pro sebelumnya.
Model itu disebut paling mumpuni untuk beban kerja kompleks dan dinilai sebanding dengan model frontier seperti Astra milik OpenAI serta Opus milik Anthropic pada tolok ukur coding dan siber.
Uji awal dan akses terbatas
Google menyediakan model tersebut kepada mitra keamanan siber terpilih.
Perusahaan juga mengikuti proses sukarela pemerintahan Trump untuk akses model sebelum rilis.
Namun, Google tidak memberikan jadwal kapan Argon tersedia untuk publik.
Dalam siaran pers perusahaan, Argon mencatat nilai lebih baik daripada Astra dan Opus pada beberapa tolok ukur industri berdasarkan kinerja yang dilaporkan sendiri.
Meski begitu, Argon masih tertinggal pada sejumlah metrik lain, termasuk dua dari empat tolok ukur terkait coding yang disertakan Google.
Google tidak lagi berencana merilis Gemini 3.5 Pro yang sebelumnya disebut CEO Sundar Pichai akan hadir pada Juni.
Dalam periode itu, Google merombak laboratorium AI DeepMind.
Pendiri sekaligus CEO-nya, Demis Hassabis, mundur dari posisinya dan sejumlah pemimpin model Gemini meninggalkan perusahaan.
Keterlambatan berbulan-bulan membuat Google tertinggal dari Anthropic dan OpenAI yang terus mendorong batas riset lewat rilis model teratas mereka.
Pada Juli, Pichai membantah anggapan bahwa Google kehilangan posisi dalam perlombaan AI.
Belakangan, pesan Google bergeser dari membanggakan kemampuan mutakhir Gemini menjadi menonjolkan keunggulan biaya dibanding model pesaing.