unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Harga Emas Dunia Naik Tipis meski Imbal Hasil Obligasi Melonjak
News

Harga Emas Dunia Naik Tipis meski Imbal Hasil Obligasi Melonjak

Ilustrasi harga emas dunia yang menguat tipis setelah data inflasi AS melandai
Harga Emas Dunia Naik Tipis meski Imbal Hasil Obligasi Melonjak
A A Ukuran Teks16px

Harga emas dunia mencatat penguatan tipis pada akhir perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat.

Kenaikan ini terjadi setelah rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Emas spot menguat 0,2 persen ke level 4.165,29 dollar AS per troy ounce.

Sementara itu, emas berjangka AS pengiriman Desember 2026 ditutup melonjak 0,4 persen menuju 4.202,30 dollar AS per troy ounce.

Kendati mencatatkan kenaikan harian, kinerja komoditas ini masih terhitung merosot lebih dari 6 persen sepanjang September.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Menyusut

Melandainya inflasi AS pada Agustus serta revisi penurunan tekanan harga bulan sebelumnya memicu pergeseran sentimen pasar.

Probabilitas kenaikan suku bunga Bank Sentral AS pada bulan ini kini menyusut ke angka 31 persen.

Posisi tersebut meluncur dari 45 persen sebelum rilis data dan 69 persen pada pekan lalu.

Dinamika proyeksi kebijakan moneter ini secara langsung memberikan dorongan terhadap laju komoditas logam mulia di pasar global.

"Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga itulah yang telah mendukung pasar logam mulia," ujar Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger.

Meskipun demikian, laju penguatan emas masih tertahan oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam dua dekade.

Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Tekanan itu diperparah oleh penguatan dollar AS serta potensi risiko inflasi akibat lonjakan harga energi pasca-penghentian ekspor produk minyak oleh China.

"Apa pun yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tentu akan menekan sentimen di pasar emas.

Kenaikan harga energi yang lebih kuat atau eskalasi apa pun di Timur Tengah juga akan memberikan dampak yang sama," kata Meger.

Pergerakan pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan AS nonfarm payrolls September yang dijadwalkan keluar pada Jumat waktu setempat.

Di sisi lain, perak spot naik 0,2 persen ke 60,51 dollar AS per troy ounce.

Platinum naik 0,1 persen ke 1.707,56 dollar AS, sedangkan palladium melemah 2,2 persen ke level 1.178,57 dollar AS per troy ounce.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru