PT Blue Bird Tbk memperluas fungsi aplikasi MyBluebird dari sekadar kanal pemesanan taksi menjadi platform integrasi berbagai layanan mobilitas.
Langkah ini merespons pergeseran perilaku masyarakat yang menginginkan pengalaman perjalanan lebih personal.
Kontribusi pemesanan melalui MyBluebird kini menembus lebih dari 40 persen dari seluruh kanal perusahaan.
Tiga Inovasi Fitur Baru
Transformasi digital tersebut menghadirkan tiga inovasi fitur baru.
Fitur itu mencakup Multi-Select untuk memilih beberapa armada sekaligus, Airport Transfer menuju bandara, serta penyempurnaan opsi Rent untuk penyewaan kendaraan Goldenbird.
Selain perjalanan penumpang, platform tersebut memuat fitur Delivery melalui layanan Bluebird Kirim.
Ada pula opsi pemesanan berjadwal Advance Booking, penawaran harga pasti Fixed Price, fleksibilitas pembayaran EZPay, dan paket berlangganan Subscription.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono menyampaikan bahwa penyesuaian teknologi senantiasa bertumpu pada pemahaman terhadap kebutuhan pergerakan masyarakat.
"Teknologi memberi kami cara baru untuk mengikuti bagaimana masyarakat bergerak, tetapi memahami kebutuhan mobilitas akan selalu menjadi titik awal kami," kata Andre Djokosoetono.
Perusahaan memosisikan lini digital ini sebagai asisten mobilitas untuk menghubungkan seluruh ekosistem layanan multimoda yang dimiliki grup.
"Sebagai perusahaan mobilitas, Bluebird Group menghadirkan MyBluebird menjadi salah satu kanal digital untuk mengakses dan memesan berbagai pilihan layanan," ujar Andre Djokosoetono.
Transformasi berbasis aplikasi ini merupakan kelanjutan dari inovasi reservasi taksi seluler yang digagas perusahaan sejak 2011 silam.
"Pada akhirnya, tidak ada satu cara bergerak yang berlaku bagi semua orang," tutur Andre Djokosoetono.
"Yang kami ingin hadirkan melalui MyBluebird adalah kebebasan untuk memilih perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan, waktu, dan cara masing-masing."
Inovasi ini ditujukan agar setiap pengguna dapat menemukan ragam opsi moda transportasi yang paling efisien.
"Karena mobilitas bukan tentang mengikuti satu cara, tetapi menemukan cara yang paling tepat bagi setiap orang," ucap Andre Djokosoetono.
