unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Museum Istana Korea Buka Musim Pernikahan Outdoor di Bawah Pohon Ginkgo
Lifestyle

Museum Istana Korea Buka Musim Pernikahan Outdoor di Bawah Pohon Ginkgo

Upacara pernikahan outdoor di bawah pohon ginkgo di halaman National Palace Museum of Korea
Museum Istana Korea Buka Musim Pernikahan Outdoor di Bawah Pohon Ginkgo
A A Ukuran Teks16px

National Palace Museum of Korea membuka halaman bersejarahnya untuk generasi baru pengantin. Program ini berlangsung di bawah kanopi pohon ginkgo berusia seabad.

Mulai Jumat, halaman kerajaan di sebelah Gyeongbok Palace disulap menjadi venue outdoor. Puluhan pasangan akan menikah dikelilingi warisan budaya Korea.

Program bernama "Gogyeol" ini menggabungkan kata Korea yang berarti menikah di museum istana. Sebanyak 28 pernikahan outdoor gratis digelar setiap akhir pekan dan hari libur hingga 8 November.

Tersedia dua slot harian pukul 11.00 dan 15.00. Inisiatif ini bertujuan meringankan beban finansial pasangan muda sekaligus merayakan warisan budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Pasangan Perdana dan Latar Belakang Peserta

Pada Jumat sore, museum menyambut pasangan pengantin perdana.

Salah satunya bride Mai, kreator konten asal Estonia yang dikenal sebagai kontestan asing pertama yang dinobatkan sebagai Miss Chunhyang.

Kini menjadi duta budaya yang membagikan tradisi Korea kepada jutaan orang online, Mai merayakan pernikahannya bersama tamu terhormat.

Hadir Huh Min, kepala Korea Heritage Service, dan Tanel Sepp, Duta Besar Estonia untuk Korea.

Upacara Mai adalah yang pertama dari 28 pasangan terpilih. Seleksi dilakukan dari 293 pasangan pelamar pada April.

Daftar akhir mencakup beragam lapisan masyarakat.

Termasuk pasangan internasional, keluarga multikultural, anggota militer, petugas pemadam kebakaran, polisi, dan dewasa muda yang mengatasi kesulitan pribadi.

Untuk mendukung para pasangan, museum menyediakan halaman ginkgo dan bangunan tambahan yang baru direstorasi. Bangunan itu dihiasi lukisan arsitektur dancheong berwarna-warni sebagai ruang resepsi tamu.

Setelah respons publik yang antusias pada musim perdana, otoritas budaya berencana memperluas inisiatif tahun depan. Sebanyak 80 upacara outdoor akan digelar pada musim semi dan gugur 2027.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru