Timnas Indonesia memastikan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 pada laga terakhir babak penyisihan grup.
Kemenangan itu membawa skuad Garuda ke partai puncak melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Tomo Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Namun di balik pesta gol tersebut, pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi menyoroti dua gol yang bersarang di gawang Emil Audero.
Menurutnya, dua gol Bangladesh tidak seharusnya terjadi jika konsentrasi pemain tetap terjaga hingga laga berakhir.
Indonesia tampil dominan dan sudah unggul 6-1 pada babak pertama.
Bangladesh kemudian mencetak gol kedua pada menit ke-90+1 melalui Ali Wahid saat Indonesia berada dalam situasi yang kurang ideal.
"Ini kemenangan dari segi hasil begitu luar biasa tapi dari segi kebobolan dua gol menjadi alarm juga," ujar Rizal Pahlevi kepada Kompas.
com.
"Ada momen kehilangan fokus sehingga terjadi dua gol lawan yang sebenarnya tidak perlu terjadi."
Ia menilai gol pertama terjadi karena Bangladesh dengan mudah menyakiti Indonesia, sedangkan gol kedua muncul ketika fokus pemain terbelah oleh menit tambahan.
Pertahanan Jadi Perhatian Jelang Final
Catatan kebobolan itu menjadi penting karena Thailand yang akan dihadapi di final memiliki kualitas berbeda.
Rizal menilai aspek pertahanan harus mendapat perhatian khusus setelah Indonesia melewati dua pertandingan sebelumnya dengan catatan lebih baik.
"Segi pertahanan menjadi perhatian, di dua partai sebelumnya sudah bagus tapi laga melawan Bangladesh memberikan momentum bagi lawan untuk bisa melakukan sesuatu hal kecil menjadi ancaman berbahaya," tuturnya.
Sebelumnya Justin Hubner dkk bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia.
Pada laga itu, lini pertahanan Indonesia mampu menjaga gawang tetap bersih meski harus bermain dengan 10 personel sejak menit ke-60.
Kini pekerjaan rumahnya adalah mempertahankan konsentrasi ketika menghadapi lawan yang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Rizal juga memberikan apresiasi terhadap John Herdman yang menghadapi pertandingan melawan Bangladesh dalam tekanan tinggi setelah hasil imbang kontra Malaysia.
"Saya sangat salut dengan perjuangan pemain, mereka mampu memberikan respon dan John Herdman pun datang pada laga ini dengan pressure begitu tinggi," katanya.
Menurutnya, laga melawan Bangladesh memberikan jawaban bahwa Herdman memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan.
Salah satu jawabannya terlihat dari kontribusi pemain yang masuk dari bangku cadangan.
Egy Maulana Vikri masuk pada menit ke-70 dan memberikan pra assist saat melepas Romeny di sisi kiri yang berujung ke gol penentu Baker pada menit ke-90+6.
Luke Vickery juga tampil sebagai pemain pengganti dan mencetak gol pada menit ke-90.
Rizal menilai kontribusi para pemain pengganti menunjukkan kedalaman timnas Indonesia.
Hal ini cukup membantu ketika pertandingan membutuhkan perubahan energi dan pendekatan permainan.
"Bahkan pemain-pemain pengganti dari bangku cadangan memberikan kontribusi sangat signifikan," ujarnya.
Sementara itu, Thailand memastikan tiket final setelah meraih kemenangan 4-0 atas Pakistan dan 2-0 atas Vietnam.
Thailand juga memiliki catatan kuat di fase grup sebelum menghadapi Indonesia.
Rizal menegaskan pekerjaan rumah dari segi pertahanan tidak boleh switch off di momen-momen seperti itu.
Menurutnya, kualitas lawan yang akan dihadapi lebih sulit dan jauh lebih tajam dalam memanfaatkan peluang.