unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Tim Voli Pantai Indonesia Raih Perak Asian Games 2026, Cedera Bintang Jadi Titik Balik
News

Tim Voli Pantai Indonesia Raih Perak Asian Games 2026, Cedera Bintang Jadi Titik Balik

Pemain voli pantai Indonesia Bintang Akbar dan Sofyan Rachman beraksi di final Asian Games 2026
Tim Voli Pantai Indonesia Raih Perak Asian Games 2026, Cedera Bintang Jadi Titik Balik
A A Ukuran Teks16px

Tim voli pantai putra Indonesia yang diwakili Bintang Akbar dan Sofyan Rachman harus puas meraih medali perak Asian Games 2026.

Langkah mereka terhenti di partai final setelah takluk dari pasangan Qatar, Cherif Samba dan Ahmed Janko, di Hekinan Ryokuchi Beach Court pada Sabtu (3/10/2026).

Dalam laga yang berlangsung tiga set, pasangan Indonesia kalah dengan skor 1-2.

Hasil ini menggagalkan ambisi Indonesia untuk membawa pulang medali emas dari cabang voli pantai.

Cedera Bintang Warnai Jalannya Final

Pelatih tim voli pantai Indonesia, Andy Ardiansyah, menyebut insiden cedera pergelangan kaki yang dialami Bintang di awal set kedua menjadi titik balik pertandingan.

Menurut Andy, cedera terjadi saat Bintang melakukan block dan kaki pemain lawan menginjak kakinya.

"Ankle-nya sakit sekali sampai tidak bisa berjalan," ujar Andy menirukan kondisi anak asuhnya.

Dampaknya, pergerakan Bintang di lapangan menjadi terbatas, terutama saat bertahan dan melakukan blok di poin-poin krusial.

Andy menegaskan cedera bukan karena salah tumpuan, melainkan akibat pergerakan kaki pemain lawan yang masuk ke area Indonesia.

Ia pun menyayangkan insiden tersebut dan berharap bisa mengonsultasikannya kepada wasit.

Meski demikian, Andy tetap mengapresiasi perjuangan Bintang dan Sofyan yang mampu mempersembahkan medali bagi Indonesia.

"Alhamdulillah. Untuk capaian ini kami sangat bersyukur karena sudah cukup lama kami haus medali," kata Andy.

Ia juga mengenang bahwa medali terakhir Indonesia di Asian Games diraih pada 2018 di Jakarta, dengan perak dan perunggu.

Setelah itu, Indonesia sempat absen membawa pulang medali pada edisi berikutnya.

Kini, kata Andy, dahaga medali itu akhirnya terbayar.

Andy menilai peluang untuk meraih hasil lebih baik di masa depan masih terbuka lebar.

"Insyaallah di Asian Games berikutnya masih banyak peluang yang bisa kami kejar," ujarnya.

Selain faktor cedera, kekuatan Qatar yang diperkuat atlet naturalisasi juga menjadi tantangan tersendiri.

Andy menyebut dua pemain Qatar itu kemungkinan berasal dari Senegal dan Nigeria, dan Qatar memang cukup dominan dalam beberapa Asian Games terakhir.

Ke depan, tim voli pantai Indonesia akan fokus mengumpulkan poin klasifikasi AVC menuju Olimpiade melalui berbagai turnamen internasional.

"Ini memang bukan kualifikasi secara langsung, tetapi bagian dari pengumpulan poin yang nantinya berpengaruh terhadap peringkat menuju Olimpiade," tegas Andy.

Dengan demikian, medali perak ini menjadi modal berharga sekaligus pengingat bahwa perjalanan menuju Olimpiade masih panjang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru