unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Jasa 'Stand-in' di China: Bayar Orang demi Rawat Orang Tua dan Urus Rumah
News

Jasa 'Stand-in' di China: Bayar Orang demi Rawat Orang Tua dan Urus Rumah

Seorang anak muda membantu orang tua lansia memasak di rumah
Jasa 'Stand-in' di China: Bayar Orang demi Rawat Orang Tua dan Urus Rumah
A A Ukuran Teks16px

Di China, sejumlah anak muda kini membayar orang lain untuk menggantikan tugas-tugas yang enggan mereka lakukan sendiri.

Mulai dari memasak, menemani orang tua di rumah sakit, hingga berdebat, semua bisa diserahkan kepada penyedia jasa yang disebut "life stand-ins".

Tren yang dikenal sebagai "stand-in economy" ini berkembang di kalangan konsumen sibuk yang bersedia membayar demi kenyamanan.

Layanan ini muncul ketika tanggung jawab harian melebihi waktu, kesabaran, atau keahlian mereka.

Media daratan China pertama kali melaporkannya secara luas pada 2024, dan sejak itu pasar jasa ini tumbuh pesat.

Dari Lego hingga Jasa Berdebat

Di platform RedNote, unggahan tentang bantuan merakit dan kerajinan berbayar telah meraup lebih dari 120 juta penayangan.

Sebagian pengguna membeli set Lego rumit tetapi tidak punya waktu merakitnya, sehingga menyewa perakit profesional.

Pelanggan dapat memilih kunjungan rumah atau mengirim set Lego ke perakit, dengan tarif 200 yuan (sekitar 30 dolar AS) hingga 1.000 yuan.

Bentuk layanan lain semakin tidak konvensional.

Pada September, seorang pria bermarga Kong di Guangzhou menarik perhatian karena mempromosikan jasa "arguing stand-in" berbayar di jalan.

Ia mematok 50 yuan untuk pertengkaran daring dan 188 yuan untuk sesi tatap muka tanpa batas.

Kong menegaskan metodenya mengandalkan persuasi, bukan agresi, dan menolak permintaan yang melibatkan ancaman, penagihan utang, atau kekerasan fisik.

Di Hangzhou, seorang perempuan bernama Mihan mulai menarik biaya tiga yuan untuk membuang sampah tetangga atau 99 yuan untuk paket bulanan.

Dalam tiga hari ia mendapat lebih dari 20 klien, lalu memperluas layanan ke pengambilan paket dan pemberian makan kucing saat libur.

Di pasar barang bekas dan platform jasa kurir, pengguna bisa membayar 10 hingga 30 yuan agar seseorang mengantre di restoran populer.

Di Shenzhen, seorang pekerja muda yang tinggal sendiri dilaporkan membayar 2.500 yuan (sekitar 370 dolar AS) per bulan untuk makanan rumahan harian.

Layanan lain menyentuh kebutuhan emosional.

Seorang perempuan bermarga Jin dari Zhejiang pernah menerima permintaan 50 yuan untuk mengunjungi pasien rumah sakit dan membawa hadiah serta salam atas nama kliennya.

Penyedia jasa lain di Shenzhen mengenakan 300 yuan untuk kunjungan dua jam ke lansia, termasuk mengobrol dan memasak.

Peluang dan Risiko

Ekonom melihat tren ini sebagai perluasan "lazy economy" China, di mana konsumen memakai uang untuk mengoptimalkan nilai waktu mereka.

Li Na, associate professor di School of Finance and Economics Jimei University, mengatakan layanan semacam itu dapat meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan pribadi sekaligus menciptakan bentuk pekerjaan baru.

Namun, sifat transaksi yang sebagian besar privat dan peer-to-peer menimbulkan kekhawatiran soal penipuan, pelanggaran privasi, dan kesulitan menuntut ganti rugi bila layanan tidak sesuai harapan.

Seorang pengamat daring menggambarkan kegelisahan itu: "Ketika semakin banyak tugas remeh hidup bisa diselesaikan dengan uang, apakah kita memperoleh kebebasan lebih besar, atau diam-diam melepaskan sebagian pengalaman hidup?"

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru