Jongmyo Shrine di Seoul dan Basilika Katedral Saint-Denis di dekat Paris resmi bertukar buku panduan wisatawan dalam bahasa asli masing-masing negara.
Pertukaran ini menjadi hasil konkret pertama dari perjanjian kerja sama budaya yang ditandatangani pada pertemuan puncak bilateral April lalu.
Pejabat dari Pusat Istana dan Makam Kerajaan Korea bertemu dengan Centre des Monuments Nationaux Prancis di dalam katedral Saint-Denis pekan lalu.
Keduanya secara resmi menyerahkan buku panduan yang baru diterbitkan, yakni teks Prancis untuk Jongmyo dan teks Korea untuk Saint-Denis.
Bahasa Baru untuk Situs Pemakaman Kerajaan
Jongmyo Shrine, yang dibangun pada 1395, menyimpan tablet roh raja dan ratu Dinasti Joseon (1392-1910).
Situs yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO ini tetap menjadi tempat ritual leluhur berabad-abad yang juga dilindungi sebagai warisan takbenda global.
Sementara itu, Saint-Denis merupakan mahakarya arsitektur Gotik awal yang menyimpan jenazah hampir semua raja Prancis sejak abad ketujuh.
Dalam kemitraan baru ini, Jongmyo memperluas brosur bahasa asingnya dari Inggris, Jepang, dan Mandarin dengan menambahkan bahasa Prancis.
Pamflet terbaru menampilkan rute peta beserta detail arsitektur aula kayu ikonik Jeongjeon dan Yeongnyeongjeon.
Brosur bahasa Korea Saint-Denis menjadi tonggak yang lebih langka karena sebelumnya hanya tersedia dalam bahasa Eropa utama seperti Inggris, Italia, Jerman, dan Spanyol.
Edisi Korea ini merupakan panduan pertama katedral tersebut yang diterbitkan dalam bahasa non-Eropa.
Selain merinci ruang bawah tanah kerajaan, teks tersebut memberi pembaruan tentang rekonstruksi menara yang dimulai pada Maret 2025.
Langkah Awal Menuju Pertukaran Publik
Pejabat budaya memandang pertukaran brosur ini sebagai langkah awal menuju pertukaran publik yang lebih luas antara kedua negara.
Minat wisatawan timbal balik disebut meningkat berkat kampanye lintas budaya dan pariwisata.
Pusat Istana dan Makam Kerajaan Korea menyatakan langkah awal ini memastikan pengunjung kedua situs sakral dapat memahami sejarah kerajaan yang kaya dalam bahasa asli mereka.
Kedua lembaga warisan sedang mematangkan rencana pameran silang bersama pada akhir tahun ini.
Proyek tersebut akan menampilkan foto Saint-Denis di dalam Jongmyo Shrine, sementara pengunjung Saint-Denis dapat melihat galeri visual imersif yang menyoroti geometri tenang kuil Konfusianisme Korea.
