unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Danantara Investasi Rp 4,47 Triliun ke HighPeak Energy, Perkuat Aset Migas Permian Basin
News

Danantara Investasi Rp 4,47 Triliun ke HighPeak Energy, Perkuat Aset Migas Permian Basin

Ilustrasi kilang minyak dan gas di Permian Basin, Amerika Serikat
Danantara Investasi Rp 4,47 Triliun ke HighPeak Energy, Perkuat Aset Migas Permian Basin
A A Ukuran Teks16px

PT Danantara Investment Management (DIM) resmi mengucurkan investasi senilai 250 juta dollar AS atau setara Rp 4,47 triliun ke HighPeak Energy, Inc.

Perusahaan minyak dan gas bumi asal Texas, Amerika Serikat, itu menerima suntikan modal dengan asumsi kurs Rp 17.900 per dollar AS.

HighPeak Energy berfokus pada akuisisi, eksplorasi, pengembangan, serta eksploitasi migas di wilayah Permian Basin.

Transaksi dieksekusi melalui penerbitan saham preferen konvertibel secara bertahap.

Skema ini memberi DIM akses langsung ke portofolio aset berbasis minyak di Permian Basin, kawasan penghasil minyak bumi terbesar di Amerika Serikat.

Potensi Permian Basin dan Transfer Teknologi

Data U. S.

Energy Information Administration mencatat Permian Basin menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak mentah AS sepanjang tahun 2025.

Laju pertumbuhan produksi di wilayah tersebut sejak 2007 dipicu oleh penerapan teknik rekahan hidrolik (hydraulic fracturing) serta pengeboran horizontal.

Metode teknis ini terbukti dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang matang untuk mengoptimalkan perolehan migas dan produktivitas sumur.

Penerapan teknologi tersebut dinilai berpotensi menjadi acuan model bagi Indonesia dalam menaikkan kapasitas produksi migas di dalam negeri.

HighPeak akan memanfaatkan dana investasi ini untuk memperkuat fleksibilitas keuangan, struktur permodalan, serta mendukung pertumbuhan portofolio asetnya.

Usai transaksi tuntas, HighPeak dijadwalkan menyusun program penugasan kerja (secondment) dan pelatihan untuk tenaga kerja Indonesia guna memfasilitasi pertukaran keahlian teknis.

Berdasarkan klausul kesepakatan, DIM memperoleh proteksi terhadap risiko penurunan nilai investasi, sekaligus peluang meraih keuntungan dari kenaikan ekuitas melalui konversi ke saham biasa.

DIM juga memegang opsi berpartisipasi dalam penempatan terbatas (private placement) pada penawaran saham HighPeak mendatang, serta menempatkan satu wakil di jajaran direksi.

Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan mandat DIM untuk berinvestasi pada sektor strategis demi imbal hasil jangka panjang.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Sementara itu, Presiden dan Chief Executive Officer HighPeak Michael Hollis menyebutkan bahwa pihaknya mengoperasikan portofolio aset skala besar yang didominasi minyak di Permian Basin.

"Kami percaya kerja sama dengan DIM akan mengakselerasi pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran.

Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan," tutur dia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru