unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Nepal Hentikan Pencarian Korban Banjir, Ribuan Keluarga Menanti Kepastian
News

Nepal Hentikan Pencarian Korban Banjir, Ribuan Keluarga Menanti Kepastian

Keluarga korban banjir Nepal menunggu kabar di depan foto orang hilang
Nepal Hentikan Pencarian Korban Banjir, Ribuan Keluarga Menanti Kepastian
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Nepal memutuskan menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang yang terjadi pada 26 Agustus.

Keputusan itu diambil Kantor Perdana Menteri Balendra Shah pada Senin, menurut laporan yang dikutip dari kantor berita internasional.

Langkah ini menuai reaksi beragam dari keluarga korban yang masih menanti kabar orang tercinta. Sebagian marah karena pencarian dihentikan, sebagian lain menerima dan berharap mendapat akta kematian.

Tim penyelamat sejauh ini telah menemukan jenazah sedikitnya 1.455 orang. Namun, 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga asing.

Pemerintah memperkirakan biaya rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai 4,77 miliar dolar AS. Hampir 33.000 orang terdampak dan sekitar 7.500 rumah rusak atau hancur.

Fokus pemerintah kini beralih ke pemulihan infrastruktur, terutama memperbaiki jalan dan jembatan yang terputus. Upaya itu diprioritaskan di daerah terpencil yang akses bantuannya sulit akibat kerusakan.

Harapan yang sempat muncul

Harapan menemukan korban selamat sempat muncul kembali setelah dua pekerja Nepal diselamatkan dari terowongan bawah tanah proyek PLTA Trishuli pada 4 September.

Dua hari kemudian, tim penyelamat menemukan seorang warga China di lokasi yang sama.

Meski demikian, keluarga korban menggelar protes dan doa bersama. Mereka menuntut agar upaya pencarian ditingkatkan, bukan dihentikan.

Usha Khatri, yang telah berhari-hari mencari suaminya di berbagai kota, mengaku marah. Ia menilai pemerintah menyerah meski harapan masih ada.

Khatri memeriksa foto-foto jenazah yang telah ditemukan dan dikubur sementara untuk keperluan identifikasi. Ia menuntut bukti kuat sebelum suaminya dinyatakan meninggal.

Mahesh Shrestha, yang saudaranya bekerja sebagai insinyur di PLTA, juga meminta pencarian dilanjutkan. Keluarganya menuntut agar upaya mencari korban tidak dihentikan.

Mencari kepastian hukum

Di sisi lain, sejumlah keluarga menyambut baik keputusan pemerintah. Mereka menganggap peluang menemukan korban selamat sudah sangat kecil dan kini mencari kejelasan status.

Nirajan Poudel, yang kehilangan lima anggota keluarga, mengatakan keluarganya hanya ingin mendapatkan kepastian. Mereka yakin tidak ada yang selamat.

Beberapa keluarga menggelar pemakaman simbolik.

Dalam tradisi Hindu, kremasi merupakan ritual akhir yang penting, dan pelaksanaannya tanpa jenazah memberi kelegaan spiritual bagi sebagian keluarga.

Poudel menyebut pemerintah sejauh ini menolak menerbitkan akta kematian dengan alasan undang-undang perlu diubah lebih dulu. Akta kematian dibutuhkan untuk mengurus kompensasi, asuransi, dan warisan.

Pemerintah Nepal belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan informasi tambahan mengenai akta kematian tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru