unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Cek Bansos Resmi Kemensos Jadi Kunci Hindari Penipuan Iklan BLT 2026
News

Cek Bansos Resmi Kemensos Jadi Kunci Hindari Penipuan Iklan BLT 2026

Ilustrasi layanan Cek Bansos Kemensos dan peringatan penipuan BLT Rp900 ribu
Cek Bansos Resmi Kemensos Jadi Kunci Hindari Penipuan Iklan BLT 2026
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Sosial menegaskan pengecekan bantuan sosial resmi hanya dilakukan melalui layanan Cek Bansos Kemensos.

Penegasan ini muncul setelah beredar penipuan berkedok BLT Rp900 ribu yang menyasar akun Telegram korban.

Penipuan tersebut menyebar melalui iklan Facebook pada 2026 dan mengatasnamakan program Bansos PKH 2026 serta BLT Rp900 ribu.

Iklan itu memakai label Bersponsor dan mencantumkan nama "Pencairan Bansos Terbaru 2026".

Iklan tersebut bukan berasal dari akun resmi Kementerian Sosial. Tombol "Klaim Sekarang" dan "KLIK DAFTAR" digunakan untuk menarik korban mengakses tautan yang disediakan.

Modus Pengambilalihan Akun Telegram

Tautan dalam iklan mengarahkan pengguna ke situs yang bukan laman resmi Kementerian Sosial. Korban kemudian diminta memberikan data untuk proses lanjutan.

Modus berlanjut dengan permintaan kode verifikasi Telegram lima digit. Pelaku lebih dulu memasukkan nomor telepon korban ke proses login Telegram, lalu meminta kode yang diterima korban.

Setelah kode diberikan, akun Telegram dapat berpindah tangan. Akun itu kemudian dipakai untuk menipu kontak milik korban.

Kementerian Sosial menegaskan informasi pencairan tidak disalurkan melalui tautan Facebook atau Telegram.

Pengguna yang sudah memberikan kode verifikasi perlu mengakhiri sesi perangkat lain melalui pengaturan Telegram dan mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah.

Cara Cek Status dan Usul BLT Kesra

Masyarakat dapat memeriksa status bantuan melalui layanan Cek Bansos dengan memasukkan wilayah penerima dan kode captcha. Data yang digunakan harus sesuai dengan identitas penerima.

Bagi yang ingin mengusulkan BLT Kesra Rp900.000 pada Oktober 2026, pastikan NIK, nama, alamat, nomor KK, dan data anggota keluarga sesuai dokumen kependudukan.

Pengusulan dapat dilakukan melalui Aplikasi Cek Bansos atau mekanisme pemerintah daerah.

Pengajuan data tidak otomatis membuat seseorang ditetapkan sebagai penerima. Data tetap melalui verifikasi dan validasi.

Calon penerima juga perlu tercatat dalam basis data sosial ekonomi pemerintah serta memenuhi kriteria sosial ekonomi program.

Desil sosial ekonomi dapat menjadi salah satu informasi dalam penentuan kelompok sasaran.

Untuk sejumlah program bantuan Kemensos, desil 1 sampai 4 atau 40% kelompok terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan tertentu, seperti PKH dan Program Sembako.

Namun, masuk dalam desil tertentu tidak otomatis menjamin seseorang menerima BLT Kesra Rp900.000.

Status penerima tetap ditentukan berdasarkan ketentuan program dan proses penetapan pemerintah. Jadwal penyaluran BLT Kesra Rp900.000 pada Oktober 2026 mengikuti kebijakan pemerintah, kesiapan data, dan mekanisme penyaluran.

Informasi mengenai tanggal pencairan dari sumber tidak resmi perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau hanya menggunakan layanan resmi Cek Bansos Kemensos untuk memastikan status bantuan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru