SpaceX memperkuat jaringan seluler berbasis satelitnya, Starlink Mobile, dengan menyepakati pembelian portofolio spektrum frekuensi 800 MHz bekas T-Mobile.
Spektrum tersebut sebelumnya dikuasai Grain Management. Nilai akuisisi diperkirakan mencapai Rp141,6 triliun atau setara $8 miliar, mencakup pita selebar 14 MHz.
Langkah ini sempat memicu penurunan saham operator besar seperti T-Mobile, AT&T, dan Verizon. Pasar menilai Starlink Mobile semakin dekat menjadi pesaing operator tradisional.
T-Mobile Ragukan Sinyal Tembus Ruangan
Chief Technology Officer T-Mobile, Abdul Saw, menilai akuisisi spektrum frekuensi rendah ini tidak akan secara ajaib menyelesaikan kendala terbesar koneksi satelit ke HP atau direct-to-cell.
Kendala utama yang dimaksud adalah penetrasi sinyal di dalam ruangan atau indoor coverage.
Keraguan itu berakar pada hukum fisika pancaran gelombang radio. Satelit direct-to-cell Starlink beroperasi di orbit bumi rendah yang berjarak ratusan kilometer dari permukaan.
Jarak ekstrem ini menghasilkan path loss atau penurunan kekuatan sinyal hingga 50 dB lebih besar dibandingkan menara seluler darat yang biasanya hanya berjarak satu kilometer dari pengguna.
Mengubah frekuensi dari porsi 2 GHz ke 800 MHz memang membantu menurunkan tingkat hambatan sinyal. Namun, penurunan frekuensi tersebut hanya mengembalikan kekuatan sinyal sebesar beberapa dB saja.
Hambatan ini krusial karena lebih dari 70 persen trafik data seluler harian pengguna terjadi di dalam ruangan, seperti rumah, kantor, pusat perbelanjaan, dan area tertutup lainnya.
Sinyal satelit yang dipancarkan langsung ke perangkat seperti HP flagship mungkin masih bisa ditangkap saat berada di dekat jendela.
Namun, begitu pengguna bergeser ke tengah ruangan atau lantai bawah tanah, kualitas koneksi diprediksi akan merosot tajam.
Pemasangan perangkat penangkap sinyal tambahan seperti femtocell di parabola Starlink juga belum menjamin konektivitas seandal jaringan darat.
Selain kendala fisik bangunan, perbedaan mendasar antara penyedia layanan satelit dan operator seluler darat ada pada total kapasitas pita frekuensi.
Spektrum 800 MHz yang dilepas T-Mobile awalnya digunakan untuk jaringan 4G LTE dengan lebar saluran tunggal 5 MHz.
T-Mobile melepas spektrum ini karena tidak lagi relevan dengan arsitektur 5G Standalone dan 5G Advanced yang membutuhkan saluran jauh lebih lebar.
Dengan tambahan portofolio baru ini, Starlink Mobile total akan menguasai sekitar 80 MHz spektrum, di mana sebagian di antaranya hanya dialokasikan untuk transmisi uplink.
Sebagai perbandingan, T-Mobile saat ini menguasai hampir 400 MHz spektrum gelombang rendah dan menengah atau low band dan mid band.