unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Akses Starlink Ukraina Kembali, Operasi Drone Terdampak
News

Akses Starlink Ukraina Kembali, Operasi Drone Terdampak

Ilustrasi jaringan satelit Starlink yang digunakan untuk konektivitas militer Ukraina
Akses Starlink Ukraina Kembali, Operasi Drone Terdampak
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Elon Musk telah memulihkan akses layanan satelit Starlink untuk Ukraina.

Pernyataan itu muncul setelah pembatasan konektivitas menghambat kemampuan militer Ukraina mengoperasikan drone.

Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut layanan yang digunakan pasukannya belum sepenuhnya kembali normal.

Dampak Pembatasan pada Operasi Drone

Pembatasan konektivitas berdampak pada penggunaan drone serang dan pesawat pencegat Ukraina untuk menghadapi serangan Rusia.

Menurut laporan, kecepatan sistem sempat dibatasi sekitar 160 km/jam, sementara operasional drone membutuhkan koneksi memadai agar misi berjalan efektif.

Trump tidak menjelaskan secara terperinci laporan bahwa dirinya menghubungi Musk untuk meminta pencabutan pembatasan.

Ketika ditanya soal pemulihan layanan, ia memberikan konfirmasi singkat. "Intinya, dia sudah memulihkannya," ujar Trump.

Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan Trump menelepon Musk agar pembatasan penggunaan Starlink oleh Ukraina dicabut.

Pernyataan itu muncul tidak lama sebelum Zelensky menyampaikan perkembangan kondisi konektivitas yang digunakan militernya.

Zelensky menyatakan layanan tersebut masih belum mencapai kecepatan operasional sebelumnya dan upaya pemulihan masih berlangsung.

"Kami sedang mengupayakannya," ujar Zelensky.

Ia juga mengatakan masih menunggu informasi tambahan dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang berjanji memberi kabar dalam sekitar 48 jam.

"Saya sedang menunggu kabar dari Menteri Luar Negeri AS, Rubio.

Ia berjanji akan memberi kabar kepada saya dengan informasi lebih lanjut dalam waktu sekitar 48 jam," kata Zelensky.

Menurut Zelensky, konektivitas militer Ukraina belum sepenuhnya pulih ke tingkat yang dibutuhkan.

Ia menyebut kecepatan sistem belum kembali ke 400 km/jam, meski laporan menyatakan layanan kini beroperasi lebih normal dibandingkan saat pembatasan diberlakukan.

Starlink menyediakan konektivitas internet melalui jaringan satelit orbit rendah Bumi.

Ukraina menggunakan layanan tersebut untuk kebutuhan sipil, sedangkan Starshield, versi lebih aman yang dirancang untuk kebutuhan militer, digunakan sesuai kebutuhan operasional.

Jaringan yang disebut dalam laporan memiliki sekitar 10.000 satelit di orbit rendah Bumi dan menyediakan akses internet, termasuk di wilayah terpencil serta medan pertempuran.

Konektivitas berkecepatan tinggi menjadi salah satu unsur pendukung pengoperasian drone dalam peperangan modern.

Sebelumnya, Musk membantah bertanggung jawab atas penurunan kecepatan koneksi yang memengaruhi kemampuan Ukraina menggunakan drone untuk menyerang Rusia dan mempertahankan diri.

Ia juga menyatakan pemerintah Amerika Serikat memegang kendali atas akses Starshield, sistem militer yang digunakan Ukraina.

Pernyataan Musk itu mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan pihak Amerika Serikat dalam pembatasan layanan.

Namun, Gedung Putih berulang kali membantah telah memerintahkan pembatasan akses Starlink bagi Ukraina.

Pembatasan konektivitas berlangsung ketika Trump meningkatkan tekanan terhadap Zelensky agar menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

Trump menyatakan serangan tersebut menyebabkan kenaikan harga, sementara persoalan akses jaringan satelit tetap menjadi bagian penting dalam operasional militer Ukraina.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru