Aula istana yang baru dicat di Seoul akan membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat masa kerajaan Korea pada November mendatang.
Para ahli akan membahas ruang istana yang telah hilang, tungku dupa upacara, dan wewangian yang digunakan dalam ritual istana era Joseon.
Gyeongbok Palace Management Office di bawah Royal Palaces and Tombs Center Korea Heritage Service akan menyelenggarakan empat sesi Heungbokjeon Royal Culture Academy.
Program gratis itu berlangsung setiap Sabtu pada 7-28 November di Heungbokjeon, sebuah aula di dalam Gyeongbok Palace, Seoul bagian tengah.
Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta menelusuri sejarah kerajaan melalui dua tema, yakni arsitektur istana dan makna budaya tungku dupa.
Rangkaian Sesi dan Narasumber
Kuliah pembuka pada 7 November akan menghadirkan penulis Lee Man-hee.
Ia akan memanfaatkan bukunya, “Secrets of the Palace No One Tells You,” untuk mengkaji ruang-ruang di Gyeongbok Palace yang kini tidak lagi ada.
Kajian itu menggunakan bahan sejarah, termasuk Bukgwoldohyeong, rencana arsitektur lama istana utara.
Tiga sesi berikutnya akan berfokus pada tungku dupa di Geunjeongjeon, aula takhta utama Gyeongbok Palace.
Pembahasan ini menyusul proyek pembuatan ulang dan pemasangan tutup tungku dupa yang hilang pada Desember 2025.
Pada 14 November, Lee Yong-jin, profesor sejarah seni di sekolah pascasarjana Dongguk University, akan menelusuri tungku dupa di Asia Timur dan ciri tradisi Korea.
Pada 21 November, Jang Kyung-hee, mantan profesor konservasi warisan budaya di Hanseo University yang memimpin riset tutup rekonstruksi, akan membandingkan tungku dupa di aula takhta utama Gyeongbok Palace dan Deoksu Palace.
Ia akan mengkaji keahlian pengerjaan dan makna simbolisnya.
Sesi terakhir pada 28 November akan menghadirkan Ha Su-min, lulusan doktoral Korea National University of Heritage.
Ia akan membahas jenis dupa yang digunakan dalam upacara kerajaan Joseon dan cara memperolehnya.
Pendaftaran dibuka pada 19 Oktober pukul 14.00 di situs Royal Palaces and Tombs Center.
Tersedia 30 tempat untuk setiap sesi dengan sistem siapa cepat dia dapat.
