Sejumlah bank digital menawarkan bunga deposito tinggi hingga 9 persen per tahun untuk memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga.
Langkah ini diambil di tengah persaingan pendanaan yang ketat dan meningkatnya kebutuhan likuiditas seiring ekspansi kredit.
Bunga tinggi diberikan melalui berbagai tenor untuk menarik nasabah baru sekaligus menjaga hubungan dengan nasabah lama.
Daftar Bunga Deposito Bank Digital
Amar Bank menawarkan bunga deposito hingga 9 persen per tahun untuk tenor 36 bulan.
Allo Bank memberikan bunga hingga 9 persen per tahun bagi nasabah baru yang membuka deposito pada hari Rabu dengan tenor hingga 24 bulan.
Bank INA melalui layanan Binadigital menawarkan bunga deposito hingga 8,5 persen per tahun melalui program promosi yang berlangsung hingga 28 Oktober 2026.
Krom Bank memberikan bunga hingga 8 persen per tahun melalui produk Krom Max.
Bank Jago mencatat penawaran bunga deposito hingga 6,25 persen per tahun, sedangkan SeaBank memberikan bunga hingga 6 persen per tahun untuk tenor 12 bulan.
Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo menjelaskan bahwa bunga deposito menarik dapat membantu akuisisi nasabah.
Namun, tingkat bunga bukan satu-satunya faktor dalam strategi penghimpunan dana.
"Bunga adalah pintu masuk untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah," ujar Destya kepada Kontan, Senin (12/10/2026).
Allo Bank menetapkan bunga deposito secara selektif dengan memperhatikan kebutuhan pendanaan, persaingan industri, biaya dana, serta upaya menjaga margin tetap sehat.
Destya menyebut rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) Allo Bank berada di atas level ideal.
Per Agustus 2026, LDR Allo Bank tercatat mencapai 180,4 persen, meningkat dibandingkan posisi 97,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Terkait LDR, kami menyadari rasionya saat ini berada di atas level ideal. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya penempatan deposito korporasi berskala besar," ungkapnya.
Untuk menjaga keseimbangan pendanaan, Allo Bank meningkatkan penghimpunan dana ritel yang lebih beragam.
Bank tersebut menargetkan LDR kembali secara bertahap ke kisaran 80 persen hingga 100 persen.
Amar Bank mencatat LDR sebesar 178,2 persen per Agustus 2026, turun dari 213,1 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Krom Bank juga mencatat penurunan LDR menjadi 88,9 persen per Agustus 2026 dari sebelumnya 122,1 persen secara tahunan.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan deposito menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan DPK Krom Bank.
"Krom Bank beroperasi di tengah persaingan penghimpunan dana yang cukup ketat, sehingga tingkat bunga deposito menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga daya saing sekaligus mempertahankan loyalitas nasabah," ujar Anton kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).
Anton menjelaskan penentuan suku bunga deposito mempertimbangkan sejumlah faktor ekonomi.
Faktor tersebut meliputi suku bunga acuan, tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kebutuhan likuiditas perbankan.
"Saat ini Krom Bank mencermati dan menganalisis semua faktor yang dapat mempengaruhi penentuan suku bunga tersebut," katanya.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M.
Rizal Taufikurahman menilai bunga deposito tinggi mencerminkan persaingan agresif dalam penghimpunan dana saat likuiditas perbankan ketat.
Menurut Rizal, strategi tersebut dapat meningkatkan biaya dana atau cost of fund.
Kenaikan bunga yang dibayarkan kepada deposan membuat biaya memperoleh pendanaan menjadi lebih besar.
"Jika tidak diimbangi pertumbuhan kredit produktif dan pengelolaan risiko yang memadai, persaingan bunga tinggi berpotensi menggerus profitabilitas dan memperbesar risiko likuiditas," ujar Rizal kepada Kontan, Minggu (12/10/2026).
