PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas likuiditas industri perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
>>> Iran dan Oman Sepakati Rute Baru di Selat Hormuz
Dukungan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan.
Penempatan dana SAL dipandang mampu memberikan ruang likuiditas yang lebih baik bagi perbankan sehingga lembaga keuangan dapat menjalankan perannya dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif secara lebih optimal.
Dukungan BRI terhadap Kebijakan Pemerintah
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana SAL memiliki nilai strategis bagi stabilitas sistem keuangan nasional.
Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat kapasitas perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi dengan tetap mengedepankan tata kelola dan prinsip kehati-hatian.
"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL.
Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery.
Ia menjelaskan bahwa kondisi likuiditas yang sehat menjadi salah satu fondasi utama bagi industri perbankan untuk menjaga keberlanjutan penyaluran kredit.
Dengan dukungan likuiditas yang memadai, bank memiliki fleksibilitas lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengesampingkan kualitas aset maupun pengelolaan risiko.
Menurut Hery, keberadaan likuiditas yang kuat juga memberikan ruang bagi bank untuk terus menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan stabilitas keuangan.

