Iran dan Oman telah menyepakati rute untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kedua negara juga sedang menyelesaikan pengaturan untuk mengelola jalur tersebut secara bersama.
Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu (6/8/2026).
>>> BPS: Lonjakan Belanja Pemerintah Dipicu Low Base Effect dan Gaji ASN
Menurut laporan kantor berita IRNA, koordinat geografis rute yang direncanakan telah disepakati.
Baqaei mengatakan, jika pihak ketiga tertentu tidak menghalangi proses, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama dan poin kesepakatan juga sedang dalam tahap akhir penyusunan.
Meski demikian, Baqaei menegaskan bahwa tercapainya kesepahaman tidak berarti Selat Hormuz menjadi aman bagi semua kapal yang melintas.
Faktor-faktor yang membuat selat tidak aman masih ada dari pihak Amerika Serikat.
>>> Diblokade AS, 50 Tanker Minyak Terparkir di Lepas Pantai Iran
Ia merujuk pada blokade angkatan laut dan tindakan agresif serta mengancam lainnya terhadap Iran dan kepentingannya.
Sejak perang dengan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari, Iran mengambil kendali de facto atas selat strategis tersebut.
Sebelum perang, Selat Hormuz membawa sekitar seperlima ekspor minyak dan LNG dunia.
>>> Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Pendapatan Rp7,7 Triliun
Harga energi berulang kali melonjak sejak sengketa jalur air ini meletus, menekan Washington secara ekonomi dan politik untuk mengakhirinya.
