Armada kapal tanker minyak Iran semakin banyak berkumpul di lepas pantai negara tersebut. Hal ini menjadi tanda bahwa blokade angkatan laut AS yang diperbarui mengganggu ekspor energi Teheran.
Sekitar 50 kapal bermuatan—sebagian besar membawa minyak mentah, tetapi juga bahan bakar dan gas petroleum cair—sedang berlabuh di sepanjang garis pantai Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman pada Selasa.
Jumlah itu meningkat dari 45 kapal seminggu sebelumnya dan 36 kapal saat blokade diperbarui pada 14 Juli, menurut kelompok nirlaba United Against Nuclear Iran (UANI).
Dampak Blokade terhadap Ekspor Minyak Iran
Tindakan AS yang dimaksudkan menghentikan aktivitas di pelabuhan-pelabuhan Iran tidak hanya menghambat ekspor minyak. Blokade juga mencegah kembalinya kapal-kapal kosong yang dibutuhkan untuk muatan baru.
“Blokade tampaknya efektif,” kata Charlie Brown, penasihat UANI, mengingat peningkatan jumlah kapal di sepanjang pantai.
Kapal tanker terus memuat LPG dan produk minyak bumi lainnya dari pelabuhan Iran. Hal ini menunjukkan bahwa kapal-kapal berukuran kecil mungkin masih mencoba menerobos blokade.