unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Harga Emas Hari Ini, 21 Oktober 2026: Antam Turun Rp10.000 ke Rp2.554.000 per Gram
News

Harga Emas Hari Ini, 21 Oktober 2026: Antam Turun Rp10.000 ke Rp2.554.000 per Gram

Harga Emas Hari Ini, 21 Oktober 2026: Antam Turun Rp10.000 ke Rp2.554.000 per Gram
emas batangan (Foto: keidenesia.tv)
A A Ukuran Teks16px

Harga emas batangan Antam pada Rabu, 21 Oktober 2026, turun Rp 10.000 ke level Rp 2.554.000 per gram. Penurunan ini menjadi yang kedua beruntun, dan posisinya masih berada di bawah rekor yang sempat dicatatkan awal pekan lalu.

Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam per gram pada pagi hari ini, Rabu (21/10/2026), tercatat turun Rp 10.000 dibandingkan Selasa (20/10/2026). Sehari sebelumnya, harga juga turun Rp 10.000 dari Rp 2.574.000 menjadi Rp 2.564.000 per gram, sehingga dalam dua hari harga emas Antam terkoreksi Rp 20.000 per gram, mengikuti pelemahan harga emas dunia.

Adapun harga beli kembali atau buyback emas Antam pagi ini juga turun Rp 10.000 ke Rp 2.369.000 per gram, setelah turun Rp 10.000 juga pada perdagangan Selasa. Selisih harga jual dan buyback untuk ukuran 1 gram kini berada di kisaran Rp 185.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam 21 Oktober 2026

Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan denominasi, mengacu pada data resmi Logam Mulia pagi ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.327.000
  • 1 gram: Rp 2.554.000
  • 2 gram: Rp 5.048.000
  • 3 gram: Rp 7.547.000
  • 5 gram: Rp 12.545.000
  • 10 gram: Rp 25.035.000
  • 25 gram: Rp 62.462.000
  • 50 gram: Rp 124.845.000
  • 100 gram: Rp 249.612.000
  • 250 gram: Rp 623.765.000
  • 500 gram: Rp 1.247.320.000
  • 1.000 gram: Rp 2.494.600.000

Harga tersebut merupakan harga dasar sebelum pajak PPh 22 sebesar 0,25 persen. Harga di Butik Emas Logam Mulia diperbarui setiap hari pukul 08.30 WIB dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Emas Dunia Melemah

Turunnya harga emas Antam sejalan dengan pergerakan emas dunia yang masih tertekan. Harga emas spot dunia pada perdagangan Selasa ditutup turun 0,37 persen ke level sekitar US$ 4.125 per ounce, terbebani lonjakan harga minyak mentah Brent yang menembus di atas US$ 110 per barel — level tertinggi sejak Mei 2026.

Kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi global akan bertahan lebih lama, sehingga The Federal Reserve diprediksi sulit melonggarkan kebijakan moneter. Dolar Amerika Serikat pun menguat dan imbal hasil obligasi Treasury naik, dua faktor yang biasanya membebani harga emas.

Pasar kini menanti pertemuan FOMC pada 27–28 Oktober 2026. Penurunan harga emas relatif terbatas berkat kepemilikan ETF emas yang masih berada di level tertinggi tahun ini serta aksi pembelian bank sentral.

Bagi yang berencana membeli, ukuran 1 gram dan 5 gram tetap menjadi pilihan populer karena paling likuid dan mudah dicairkan. Sementara ukuran 25 gram ke atas biasanya diburu untuk tujuan investasi jangka panjang karena selisih harga per gramnya lebih kecil.

Pantau terus pergerakan harga emas setiap hari agar tidak ketinggalan momen terbaik untuk membeli maupun menjual kembali.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru