Kabar CIMB Group mempertimbangkan opsi delisting PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dari Bursa Efek Indonesia mengguncang pasar pada Rabu, 21 Oktober 2026. Saham BNGA merespons dengan melonjak 18,71 persen ke level Rp1.840 pada perdagangan intraday.
Kabar tersebut berasal dari laporan media Malaysia, The Star dan The Edge Malaysia, yang mengutip catatan riset CIMB Investment Bank tertanggal Rabu, 21 Oktober 2026. Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari perseroan mengenai keputusan delisting, sehingga statusnya masih berupa kajian awal.
Dalam perdagangan Rabu, saham BNGA naik 290 poin atau 18,71 persen ke Rp1.840. Kenaikan tajam ini mencerminkan antusiasme pelaku pasar terhadap potensi aksi korporasi tersebut.
Alasan di Balik Kajian Delisting
Riset CIMB Investment Bank menilai saham BNGA masih undervalued atau belum mencerminkan nilai fundamentalnya, padahal prospek jangka panjang Indonesia dinilai positif. Kekuatan CIMB Niaga disebut terletak pada layanan wealth management, corporate banking, konektivitas ASEAN, segmen mass affluent, dan perbankan syariah.
Faktor lainnya adalah ketentuan free float minimum 15 persen dari BEI yang berlaku penuh pada Maret 2028. Saat ini CIMB Group Sdn Bhd menguasai 91,4452 persen saham BNGA, sehingga porsi publik perlu ditingkatkan. Kepemilikan grup Malaysia itu harus diturunkan menjadi maksimal 87,5 persen pada Maret 2027 dan maksimal 85 persen pada Maret 2028.
Tiga Opsi yang Dikaji CIMB Group
Setidaknya ada tiga opsi yang sedang dikaji induk usaha asal Malaysia tersebut. Pertama, penempatan saham kepada investor strategis atau private placement pada valuasi yang dapat diterima. Kedua, menggelar kembali penawaran umum perdana atau re-IPO. Ketiga, privatisasi penuh yang berujung pada delisting dari BEI.
CIMB Investment Bank menilai opsi re-IPO kecil kemungkinannya dalam kondisi pasar saat ini, sehingga privatisasi dipandang sebagai langkah paling strategis dan kredibel. CIMB Group juga disebut menyiapkan pembahasan dengan regulator terkait opsi tersebut.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan kepada Kontan menyatakan perseroan masih melakukan penilaian terhadap beberapa opsi. Ia menegaskan komitmen untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dan akan berkonsultasi dengan regulator. Keputusan final belum diambil dan masih ada sejumlah persyaratan serta hambatan regulasi yang harus dilalui.