unique visitors counter
⌂ Beranda › News › BEI Perkuat Verifikasi Calon Emiten lewat Surveyor Indonesia
News

BEI Perkuat Verifikasi Calon Emiten lewat Surveyor Indonesia

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia dan calon emiten
BEI Perkuat Verifikasi Calon Emiten lewat Surveyor Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan PT Surveyor Indonesia untuk memperkuat kesiapan perusahaan yang akan menempuh penawaran umum perdana saham atau IPO.

Kolaborasi ini berfokus pada verifikasi, validasi, serta peningkatan kualitas informasi keuangan dan nonkeuangan calon emiten.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan perusahaan sebelum menyandang status sebagai perusahaan publik.

Menurut Jeffrey, kelayakan perusahaan untuk IPO tidak cukup dinilai dari pendapatan dan total aset saja.

Ada sejumlah aspek lain yang harus dipenuhi, termasuk legalitas, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, transparansi, serta kesiapan menjalankan prinsip keberlanjutan.

Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan

Dalam acara Peluncuran Go Public Academy for SME di Main Hall BEI, Jeffrey menegaskan tujuan utama kolaborasi tersebut.

"Kami ingin memperkuat kesiapan perusahaan melalui proses verifikasi, validasi, dan peningkatan kualitas informasi keuangan maupun non-keuangan," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan perusahaan menghadapi tuntutan lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG.

Selain itu, perusahaan perlu mempersiapkan langkah dekarbonisasi sebagai bagian dari aspek keberlanjutan ketika berstatus sebagai emiten.

Kerja sama dengan Surveyor Indonesia merupakan salah satu dari empat inisiatif strategis BEI untuk memperluas akses pendanaan melalui pasar modal.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kualitas perusahaan yang berpotensi menjadi perusahaan tercatat di bursa.

Selain kemitraan tersebut, BEI menjalin kerja sama dengan Kementerian UMKM untuk memperluas pemahaman dan membuka akses pendanaan pasar modal bagi pelaku usaha, terutama perusahaan berskala menengah.

Inisiatif lainnya diwujudkan melalui peluncuran National Go Public Academy for Small Medium Enterprises (SME).

Program ini menyediakan pembinaan secara bertahap bagi perusahaan yang ingin mempersiapkan diri memasuki bursa saham.

Materi pembinaan mencakup penguatan fundamental bisnis, tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas, transparansi, serta pemahaman mengenai tahapan pelaksanaan IPO.

Jeffrey menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan pasar modal tidak semata-mata diukur dari banyaknya perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana.

BEI juga menaruh perhatian pada kualitas fundamental dan kemampuan perusahaan dalam menjalankan kewajibannya sebagai perusahaan publik.

"Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan," tutur Jeffrey.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru