unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Dividen AADI Rp2.550 per Saham Selangkah Lagi? Proyeksi Sucor Sekuritas, Yield 23 Persen, dan Catatan Pentingnya
News

Dividen AADI Rp2.550 per Saham Selangkah Lagi? Proyeksi Sucor Sekuritas, Yield 23 Persen, dan Catatan Pentingnya

Dividen AADI Rp2.550 per Saham Selangkah Lagi? Proyeksi Sucor Sekuritas, Yield 23 Persen, dan Catatan Pentingnya
BEI Andalkan Teknologi Lacak Dugaan Manipulasi Harga Saham
A A Ukuran Teks16px

Dividen PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp2.550 per saham sedang ramai dicari investor, menyusul proyeksi Sucor Sekuritas yang menyebut angka tersebut dengan potensi yield sekitar 23 persen.

Perlu ditegaskan sejak awal: angka Rp2.550 per saham itu adalah proyeksi analis, bukan pengumuman resmi dari perseroan. Hingga kini, AADI belum mengumumkan secara resmi jadwal maupun besaran dividen terbarunya.

Apa Kata Sucor Sekuritas

Dalam pandangan Sucor Sekuritas yang dikutip investor.id pada 26 Oktober 2026, saham AADI saat ini sangat menarik, ditopang prospek dividen, laba bersih, serta harga batu bara yang masih bagus.

AADI dikenal sebagai pemain batu bara termal Indonesia dengan struktur biaya rendah. Citra itu membuat analis menilai perseroan punya ruang besar untuk membagi keuntungan kepada pemegang saham.

Dari Mana Datangnya Proyeksi Dividen Jumbo

Konteksnya adalah penjualan saham Kestrel di Australia oleh AADI. Setelah melepas aset tersebut, investor menanti dividen besar sebagai buah dari hasil divestasi.

Sucor mencatat harga batu bara ICI-3 saat ini mencapai US$99 per ton, jauh di atas proyeksi harga jual rata-rata 2026 sebesar US$71 per ton. Kondisi ini membuka jalan bagi laba di atas proyeksi yang dipatok US$884 juta.

Laba kuat itu dicetak bersamaan dengan neraca yang solid, di mana perseroan berada di posisi kas bersih alias net cash. Kombinasi laba, kas, dan harga batu bara inilah yang mendasari proyeksi dividen Rp2.550 per saham.

Catatan Penting Sebelum Ikut-ikutan

Proyeksi analis bukan janji. Besaran dividen final tetap menunggu keputusan direksi dan komisaris perseroan, termasuk jadwal cum date, ex date, dan tanggal pembayaran.

Yield 23 persen pun dihitung dari asumsi harga saham tertentu dan akan berubah mengikuti pergerakan harga pasar. Investor sebaiknya menunggu pengumuman resmi perseroan dan mempertimbangkan profil risikonya sendiri sebelum mengambil keputusan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru