SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Di atas kertas, rute Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 sudah jelas: Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, dibuka melawan Jepang di Jeddah pada 11 Januari 2027. Yang belum jelas adalah apakah turnamen di Arab Saudi itu jadi digelar sesuai jadwal 7 Januari–5 Februari 2027 — atau justru mundur setahun.
Bayang-Bayang Konflik Timur Tengah
Sumber ketidakpastian itu adalah eskalasi konflik di Timur Tengah. Beredar kabar serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober 2026, dengan ancaman rudal dan pesawat nirawak yang menjadi kekhawatiran utama. Delapan stadion di Riyadh, Jeddah, dan Al Khobar boleh saja siap, tetapi yang dipertaruhkan adalah keselamatan pemain, ofisial, dan ribuan suporter lintas negara. Arab Saudi dilaporkan tetap menyiapkan turnamen dengan keselamatan sebagai prioritas, sedangkan Presiden Federasi Sepak Bola Jepang Tsuneyasu Miyamoto disebut menekankan jaminan keselamatan harus beres lebih dulu.
Yang Beredar vs yang Resmi
Informasi yang beredar menyebut AFC membuka opsi penundaan hingga Januari 2028 bila konflik tak mereda, dengan keputusan final setelah pemantauan hingga akhir November 2026. Statusnya harus jernih: itu informasi awal yang belum menjadi keputusan resmi, dan penundaan pun bukan berarti pembatalan atau pemindahan tuan rumah. Jadwal Indonesia berikutnya — Qatar pada 16 Januari dan Thailand pada 20 Januari 2027 — ikut menggantung pada keputusan itu. Timnas dituntut tetap bersiap seolah turnamen berjalan normal, sambil menunggu kata resmi AFC.
