Penggemar yang telah memesan Zelda: Ocarina of Time Remake harus bersabar.
Sejumlah peritel besar menggeser perkiraan tanggal tiba pesanan hingga beberapa hari setelah jadwal rilis resmi pada 5 November.
Lonjakan pesanan yang drastis membuat pasokan di platform ritel kewalahan. Manajemen Nintendo mengakui estimasi awal minat gamer terhadap remake ini jauh di bawah angka pemesanan aktual.
Kombinasi nostalgia versi orisinal Nintendo 64 dan peningkatan visual untuk Switch 2 menjadikan game ini salah satu rilis paling diburu.
Penundaan Pengiriman dan Kekhawatiran Komunitas
Laporan penundaan mulai muncul setelah Walmart dan Amazon memberitahukan estimasi pengiriman baru kepada sebagian pembeli. Penundaan umumnya hanya berkisar dua hingga tiga hari dari tanggal rilis utama.
Meski demikian, komunitas gamer khawatir kejadian pembatalan sepihak seperti saat peluncuran awal konsol Switch 2 terulang.
Saat itu, kendala sistem dan keterbatasan alokasi unit memicu pembatalan massal di sejumlah peritel.
Untuk Ocarina of Time Remake, penyesuaian sejauh ini masih berupa penundaan jadwal tiba, bukan pembatalan unit.
Namun, stok yang cepat habis dalam hitungan menit setiap kali restock dibuka menunjukkan rantai pasokan yang kritis.
Manajemen Nintendo wilayah Amerika Latin melalui Bill van Zyll menegaskan kelangkaan stok fisik pre-order terjadi secara global. Tingginya pemesanan awal membuat alokasi distributor habis lebih cepat dari perkiraan.
Daya tarik kemasan fisik edisi perdana turut memicu lonjakan pesanan. Nintendo menghadirkan cetakan edisi terbatas dengan textured foil cover pada box art, memberikan kesan premium bagi kolektor.
Sejumlah distributor dan peritel juga menawarkan bonus tambahan berupa kemasan bertema klasik Nintendo 64 atau slipcover eksklusif. Langkah ini memperingati 40 tahun perjalanan The Legend of Zelda.
Kombinasi aspek kolektibilitas dan kemasan nostalgia membuat peminat tidak ingin melewatkan cetakan pertama. Situasi ini memperkuat tekanan pada pasokan yang sudah terbatas.