unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Prediksi Harga Emas Hari Ini, Senin 26 Oktober 2026: Anjlok 7,7 Persen Sejak Awal Tahun, Analis Sarankan Akumulasi Bertahap
News

Prediksi Harga Emas Hari Ini, Senin 26 Oktober 2026: Anjlok 7,7 Persen Sejak Awal Tahun, Analis Sarankan Akumulasi Bertahap

Prediksi Harga Emas Hari Ini, Senin 26 Oktober 2026: Anjlok 7,7 Persen Sejak Awal Tahun, Analis Sarankan Akumulasi Bertahap
emas batangan (Foto: keidenesia.tv)
A A Ukuran Teks16px

Harga emas dunia anjlok 7,7 persen sejak awal tahun ini. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut harga emas turun dari 4.341,10 dollar AS per troy ounce pada awal Januari 2026 menjadi 4.087,90 dollar AS per troy ounce pada 23 Oktober 2026.

Tekanan terhadap emas semakin terasa dalam sepekan terakhir. Harga emas turun 4 persen sepanjang pekan ini dan berada di jalur penurunan mingguan terdalam dalam lebih dari empat bulan terakhir.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi 3.998,35 dollar AS per ounce pada akhir perdagangan Jumat 23 Oktober waktu setempat, atau Sabtu 24 Oktober pagi WIB. Artinya, level psikologis 4.000 dollar AS sempat ditembus ke bawah pada penutupan pekan lalu.

Minyak, Inflasi, dan Dollar Jadi Pemicu

Ibrahim menjelaskan, pelemahan emas dipicu menguatnya harga minyak mentah dunia, meningkatnya tekanan inflasi, serta perkasanya indeks dollar AS. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, ditambah konflik Rusia-Ukraina dan gangguan produksi minyak di Libya, menambah ketidakpastian pasokan energi dunia.

Lonjakan harga minyak membuat biaya transportasi dan logistik lebih mahal, lalu mengerek harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Inflasi yang tinggi pada gilirannya memunculkan ekspektasi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, menaikkan suku bunga acuan. Ekspektasi itu menekan emas karena investor punya alternatif investasi berimbal hasil seperti obligasi pemerintah AS.

Penguatan indeks dollar AS juga membebani emas. Ketika dollar menguat, emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaan bisa berkurang. Ibrahim memperkirakan indeks dollar bergerak menuju level 103,10, sementara minyak WTI menyentuh 108,30 dollar AS per barrel dan Brent 115 dollar AS per barrel.

Level Kunci dan Saran Akumulasi

Sejumlah laporan pada Senin pagi menyebut harga emas sempat menyentuh kisaran 3.900 dollar AS, dengan level 3.950 dollar AS disebut sebagai penentu arah tren berikutnya. Ibrahim bahkan memperkirakan emas bisa turun hingga 3.884 dollar AS per troy ounce apabila pasar masih terus tertekan.

Meski begitu, ia memandang koreksi ini sebagai peluang akumulasi bertahap bagi investor berorientasi jangka panjang, bukan ajakan membeli tanpa perhitungan. Investor yang sudah membeli di harga lebih tinggi pun disebut tetap bisa memanfaatkan harga rendah saat ini untuk menambah kepemilikan secara bertahap.

Untuk 2027, Ibrahim memperkirakan harga emas kembali menguat seiring perubahan politik dan meredanya ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan, termasuk Amerika Serikat dan Israel. Namun prospek itu tetap bergantung pada inflasi, kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dollar AS, dan situasi geopolitik global, sehingga keputusan beli perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru