SMKN 5 Semarang, sekolah vokasi yang telah berdiri sejak 1965, memulai langkah transformasi digital dengan menggandeng Indibiz sebagai mitra teknologi.
Langkah ini diambil untuk memastikan koneksi internet yang stabil mendukung operasional harian sekolah, terutama bagi sekitar 1.300 siswa.
Kepala SMKN 5 Semarang, Abdul Malik Nugroho, menekankan bahwa keandalan jaringan dan kecepatan penanganan kendala teknis menjadi kriteria utama dalam memilih penyedia internet.
Menurut Malik, akses internet yang lancar berpengaruh langsung terhadap efisiensi pengelolaan data pendidikan, termasuk sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Ia juga menegaskan bahwa infrastruktur jaringan bukan sekadar sarana berselancar di dunia maya, melainkan fondasi utama operasional sekolah berbasis digital.
Integrasi Layanan Indibiz
SMKN 5 Semarang mengintegrasikan sejumlah layanan Indibiz, seperti Internet Bisnis Indibiz, Pijar Sekolah, Astinet, dan sarana komunikasi telepon.
Ekosistem digital ini dihadirkan untuk memastikan kelancaran aktivitas sekolah yang sangat bergantung pada kestabilan koneksi, khususnya dalam pengolahan data dan pembelajaran harian.
Bagi para pendidik, jaringan yang andal memudahkan mereka mengunduh dan menyusun materi pembelajaran secara lebih fleksibel.
Proses penilaian dan evaluasi capaian belajar siswa pun menjadi lebih praktis dan efisien.
Kemitraan dengan Indibiz tidak hanya menghadirkan efisiensi melalui solusi teknologi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara institusi pendidikan dan pelaku industri modern.
Sebagai sekolah kejuruan, SMKN 5 Semarang bertanggung jawab memberikan pendedahan lapangan dan peluang eksplorasi bagi siswa agar memahami dinamika dunia kerja nyata.
Dengan demikian, keterampilan yang diasah siswa diharapkan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
