unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Kneecap dan Hozier Ikut Ramaikan Tur Free Palestine Macklemore di Dublin
Hiburan

Kneecap dan Hozier Ikut Ramaikan Tur Free Palestine Macklemore di Dublin

Suasana panggung konser musik dengan sorotan lampu
Kneecap dan Hozier Ikut Ramaikan Tur Free Palestine Macklemore di Dublin
A A Ukuran Teks16px

Macklemore memulai rangkaian tur bertajuk Free Palestine lewat pertunjukan pembuka di Dublin, Irlandia.

Panggung tersebut menghadirkan kejutan berupa kemunculan Hozier dan grup hip-hop Kneecap.

Keduanya dikenal sebagai musisi yang vokal menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Hozier kerap memakai media sosial dan panggungnya untuk menyerukan kemerdekaan Palestina serta gencatan senjata.

Sementara Kneecap pernah berhadapan dengan masalah hukum setelah mengibarkan bendera Hizbullah di atas panggung saat tampil di London pada November 2024.

Kembali Setelah Didepak dari Tur Ed Sheeran

Konser di Dublin menjadi titik pertama dari tiga pertunjukan yang dijadwalkan.

Penampilan ini sekaligus menandai kembalinya Macklemore usai didepak dari tur Ed Sheeran sebulan sebelumnya akibat orasi politiknya.

Seluruh keuntungan tur disumbangkan untuk badan amal yang mendukung Palestina.

Pelantun Thrift Shop itu juga menyumbangkan gajinya sebesar US$1 juta dari tur Sheeran sebelumnya untuk tujuan serupa.

Di hadapan penonton Dublin, Macklemore meluapkan perasaannya soal kontroversi yang terjadi.

Ia menegaskan seruan pembebasan Palestina murni berakar pada cinta dan kebebasan, bukan untuk menebar kebencian.

"Enam minggu lalu, hanya dua kata. Hanya butuh dua kata.

Dua kata yang berakar pada cinta dan pembebasan," ucapnya dari atas panggung seperti diberitakan Variety pada Senin (26/10).

"Bukan menentang siapa pun, bukan memecah belah. Bukan seruan kebencian.

Tapi seruan untuk mengakui kemanusiaan kita bersama. Free Palestine!

Hal yang sama yang saya inginkan untuk kita semua, kebebasan, martabat, hak untuk hidup tanpa rasa takut."

Ia menyoroti ironi di balik anggapan bahwa dua kata itu sangat mengancam bagi sebagian pihak.

Menurutnya, mereka lebih memilih membungkam seruan tersebut ketimbang menghadapi makna sebenarnya.

"Karena kebebasan yang membutuhkan penindasan orang lain sama sekali bukan kebebasan," tegas Macklemore.

Ia juga menyoroti penderitaan yang terlihat dalam rekaman, mulai dari orang tua yang menarik anak-anak mereka dari puing-puing hingga keluarga yang terhapuskan.

Baginya, kata-kata itu justru menjadi lebih kontroversial dibandingkan penderitaan yang membuatnya perlu disuarakan.

Langkah berani ini diambil tak lama setelah ia resmi dicoret dari sisa tur Loop milik Ed Sheeran di Amerika Serikat pada 14 September.

Pemecatan itu terjadi usai Macklemore meneriakkan dukungan untuk Palestina pada penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey.

Aksinya kala itu viral dan memancing gelombang kritik, termasuk dari penyanyi Pink dan petisi Dewan Amerika Israel (IAC) yang mendesak promotor bertindak.

Pihak promotor Messina Touring Group mendepak Macklemore dengan dalih mendapat ancaman pembatalan konser dari pengelola venue.

Macklemore sempat menuding pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, sebagai sosok yang menolak kehadirannya dan memprovokasi pemilik stadion lain.

Pemecatan itu justru memicu solidaritas dari musisi pembuka lain seperti Finneas dan Lukas Graham, serta sebagian besar band pengiring Sheeran yang kompak mundur.

Ed Sheeran yang awalnya bersikap netral akhirnya ikut bersuara akibat tekanan publik.

Pada konsernya di Philadelphia pertengahan September lalu, ia secara terbuka mengutuk kekerasan yang terjadi.

"Apa yang terjadi di Israel dan di Festival Musik Nova pada 7 Oktober mengerikan dan menambah penderitaan orang Yahudi selama berabad-abad.

Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan, serta tidak proporsional," kata Sheeran.

Setelah tampil di Dublin, Macklemore bersiap melanjutkan tur Free Palestine ke Paris pada Kamis (29/10) dan terakhir di London pada Jumat (30/10).

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru