Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea mengumumkan rencana penggabungan dua lembaga seni tradisional pada Selasa.
Langkah ini menyatukan Gugak Broadcasting Foundation dan Korean Traditional Performing Arts Foundation guna membangun basis yang lebih kuat bagi promosi gugak, musik tradisional Korea, serta seni tradisional lainnya.
Penggabungan tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah yang diumumkan pada 3 September untuk mereformasi fungsi lembaga publik.
Dalam kerangka itu, badan-badan dengan peran yang tumpang tindih akan digabung atau direorganisasi.
Peran Dua Lembaga yang Digabung
Gugak Broadcasting Foundation mengelola stasiun radio Gugak FM dan telah berupaya mendistribusikan konten gugak agar lebih mudah diakses publik melalui siaran.
Sementara itu, Korean Traditional Performing Arts Foundation yang didirikan pada 2007 mendukung penciptaan dan produksi seni pertunjukan tradisional.
Lembaga ini juga melatih tenaga profesional di bidang tersebut dan memperluas kesempatan publik menikmati pertunjukan.
Dengan menggabungkan keduanya, kementerian bertujuan membuat kebijakan lebih efisien dan memberikan dukungan menyeluruh bagi promosi serta penyebaran gugak dan seni tradisional.
Kementerian berharap merger ini menciptakan sinergi dengan menghubungkan kemampuan broadcaster dalam mempromosikan konten melalui media dan keahlian yayasan dalam menciptakan serta memproduksi pertunjukan.
Kementerian akan membentuk gugus tugas bersama kedua organisasi untuk menyusun rencana implementasi bertahap dan merevisi undang-undang terkait.
Namun, kementerian tidak merinci kapan penggabungan akan berlaku atau apa nama organisasi baru nantinya.
Kementerian juga berencana terus mendukung organisasi hasil merger agar dapat berperan sentral dalam mempromosikan gugak dan seni tradisional sesuai kebutuhan di lapangan.
Gugak sendiri mencakup beragam musik tradisional Korea, mulai dari musik istana dan ritual hingga genre rakyat seperti pansori, bentuk cerita musikal yang dibawakan penyanyi dengan iringan pemain drum.