LOS ANGELES, SURABAYAINSIDE.com - Dua generasi penonton kehilangan sosok yang sama dengan cara berbeda: bagi penggemar Star Trek ia adalah Kapten Jean-Luc Picard, bagi penggemar X-Men ia adalah Professor Charles Xavier. Patrick Stewart, aktor senior asal Inggris pemilik dua peran ikonik itu, meninggal dunia pada Rabu, 28 Oktober 2026 di usia 86 tahun. Menurut sumber, ia wafat di kediamannya di Los Angeles setelah dalam waktu singkat berjuang melawan penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body.
Pengumuman dan Pernyataan Resmi
Kepergiannya diumumkan lewat pernyataan di akun Instagram resminya — sumber tidak mencantumkan nama keluarga atau perwakilan yang mengeluarkan pernyataan tersebut. Isi pernyataan itu mengenang caranya menghidupkan karakter dan menyampaikan sisi-sisi kehidupan manusia dalam setiap penampilan, dengan penegasan bahwa suara khasnya yang menggema dan bakatnya yang luar biasa akan selalu melekat pada penampilan-penampilan tak terlupakan di berbagai genre. Tidak ada keterangan mengenai pemakaman atau acara peringatan dalam sumber.
Karier yang Dibangun dari Teater Klasik
Suara bariton dan wibawa yang melekat pada Stewart bukan muncul tiba-tiba: ia mengasahnya bertahun-tahun di panggung teater Inggris, termasuk lebih dari dua dekade bersama Royal Shakespeare Company, tempat ia mendalami drama klasik. Fondasi itu mengantarnya ke layar internasional pada era 1980-an. Sebagai Picard, ia memimpin Enterprise dalam Star Trek: The Next Generation (1987–1994); sebagai Professor X, ia menjadi pemimpin mutan yang bijak dan pro-perdamaian dalam film-film X-Men era 2000-an. Pengabdiannya pada seni drama diganjar gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II pada 2010.