unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Renovasi Lapangan SUGBK Dimulai, Stadion Kini Harus Kuat Tampung Panggung Konser
Hiburan

Renovasi Lapangan SUGBK Dimulai, Stadion Kini Harus Kuat Tampung Panggung Konser

Renovasi Lapangan SUGBK Dimulai, Stadion Kini Harus Kuat Tampung Panggung Konser
Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Tiba Naik Maung
A A Ukuran Teks16px

Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak lagi cukup hanya menjadi arena pertandingan. Pengelola kawasan kini memperkuat struktur lapangannya agar stadion kebanggaan nasional itu juga sanggup menampung panggung konser raksasa.

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) resmi memulai tahap konstruksi penguatan struktur lapangan atau Field of Play (FOP) SUGBK di Jakarta. Proyek ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan fasilitas stadion hingga memenuhi standar internasional, sekaligus membuka ruang bagi kegiatan olahraga maupun non-olahraga.

Pemicunya adalah perubahan tren hiburan global. Konser musik internasional kini kerap memakai konsep center-stage, yakni panggung yang berdiri di tengah lapangan. Konsep semacam itu menuntut lapangan yang jauh lebih kuat daripada sekadar menahan pertandingan sepak bola.

Daya Dukung Lapangan Jadi Sorotan

Saat ini, daya dukung lapangan SUGBK berada di kisaran 150 hingga 200 kilogram per meter persegi. Beban yang melampaui angka tersebut berisiko merusak struktur lapisan bawah lapangan, mengganggu elevasi drainase, menimbulkan genangan air, dan memengaruhi kerataan permukaan rumput.

Karena itu, program peningkatan kualitas FOP ini memakai dua metode utama, yakni modernisasi peralatan dan penguatan fondasi lapangan. Keduanya berjalan bertahap, bukan dikerjakan sekaligus tanpa perencanaan.

Kepala Divisi Pembangunan dan Pemeliharaan GBK, David Prastyan, menjelaskan bahwa program tersebut diawali dengan tahapan modernisasi peralatan. Pekerjaan struktural ditargetkan rampung pada November 2026, lalu uji coba dengan peralatan modern akan diterapkan pada Februari 2027.

Dengan linimasa itu, SUGBK dipastikan kembali dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga pada akhir April 2027. Perencanaan proyek disebut menjadi bagian penting dari inovasi dalam menjaga dan memelihara sarana serta prasarana di kawasan GBK.

Fungsi Utama Tetap Stadion Olahraga

Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan bahwa penguatan struktur ini merupakan investasi. Tujuannya memastikan SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan.

Rakhmadi juga berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi stadion-stadion nasional lainnya, agar kualitas dan kebermanfaatannya bagi khalayak terus terjaga.

Penegasan penting lainnya: proyek ini tidak mengesampingkan fungsi utama SUGBK sebagai stadion olahraga. Sebagai kawasan olahraga negara, stadion sepak bola di GBK akan selalu menjadi rumah utama bagi Timnas Indonesia dan agenda kenegaraan sebelum digunakan untuk kepentingan lainnya.

Sebelumnya, pada 2022, PPKGBK sudah merevitalisasi lapisan rumput untuk Piala Dunia U-20 2023. Tahapannya meliputi pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, perataan lapangan, penanaman rumput, dan perawatan intensif. Kini, penguatan struktur menjadi kelanjutan dari upaya menjaga kualitas lapangan tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru