Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi pada Jumat (30/10/2026).
Jembatan tersebut telah selesai direkonstruksi setelah terputus akibat banjir ekstrem pada Maret 2025.
Pembangunan ulang rampung pada 26 Agustus 2026 dengan anggaran Rp60,48 miliar melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Angka itu lebih rendah dibanding perencanaan awal yang diperkirakan mencapai Rp63,97 miliar.
Desain Baru Tanpa Pilar di Tengah Sungai
AHY menjelaskan bahwa kerusakan jembatan dipicu curah hujan ekstrem yang membuat Sungai Bekasi meluap.
Sampah yang tersangkut di pilar-pilar jembatan menambah beban struktur hingga penyangga runtuh dan jembatan terputus.
Jembatan yang baru tidak lagi menggunakan pilar penyangga di tengah aliran sungai.
Desain sebelumnya dinilai memiliki titik yang dapat memerangkap sampah ketika debit air meningkat.
Struktur baru memiliki bentang sekitar 80 meter dengan ketinggian yang disesuaikan terhadap permukaan air tertinggi.
AHY menyebut anggaran pembangunan kembali berasal dari program pemerintah untuk peningkatan infrastruktur jalan daerah.
"Mudah-mudahan ini juga membuat kita semakin aman dan nyaman menggunakan jembatan ini. Ini menggunakan anggaran kurang lebih Rp60 miliar dari program IJD," jelas AHY.
Sebelum dibuka untuk masyarakat, jembatan telah menjalani pengujian ketahanan beban atau tonase.
Pengujian menggunakan kendaraan berat, termasuk truk berukuran besar, untuk memastikan kemampuan struktur menahan beban.
AHY menyatakan kapasitas pengujian mencapai sekitar 1 ton per meter persegi.
"Ini kurang lebih 1 ton per meter persegi ya. 1 ton per meter persegi tadi sudah dicoba dengan kendaraan-kendaraan besar, truk-truk besar.
InsyaAllah kokoh ya," ucap AHY.
AHY juga menyoroti potensi peningkatan curah hujan menjelang akhir tahun, khususnya pada November dan Desember.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang akan menguji ketahanan konstruksi baru.
"Kita akan diuji oleh alam lagi, terutama di akhir tahun ya, November, Desember, yang kita perkirakan curah hujan akan semakin deras, sehingga mudah-mudahan dengan konsep dan desain baru ini selain kokoh, benar-benar aman dari banjir yang mungkin terjadi," papar AHY.