unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Intel Alihkan Fabrikasi Chip PC ke Prosesor Server Demi AI
Hiburan

Intel Alihkan Fabrikasi Chip PC ke Prosesor Server Demi AI

Ilustrasi chip Intel untuk prosesor server dan AI
A A Ukuran Teks16px

Intel mengambil langkah besar dengan mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi chip PC konsumen ke prosesor server.

Keputusan ini diambil karena pasokan silikon tidak lagi mampu memenuhi lonjakan pesanan dari pusat data kecerdasan buatan.

CEO Intel, Lip-Bu Tan, menyebut situasi ini sebagai salah satu kelangkaan pasokan paling parah dalam sejarah industri.

Pergeseran Prioritas Fabrikasi

Intel memperkirakan pasar PC konsumen masih akan menyusut dalam beberapa kuartal ke depan.

Sebaliknya, permintaan komponen server terus melonjak tanpa tanda-tanda mereda.

Untuk merespons hal ini, Intel merombak fasilitas fabrikasi di berbagai penjuru dunia.

Fab 24 di Irlandia kini difokuskan untuk meningkatkan volume output chip server agar pengiriman ke pengelola pusat data tidak semakin terlambat.

Selain itu, Intel mempercepat pemasangan peralatan manufaktur di Fab 62 Arizona untuk mendongkrak kapasitas pemrosesan tingkat lanjut.

Intel menyadari bahwa membiarkan permintaan server tidak terpenuhi akan memberikan celah besar bagi kompetitor.

Pengalihan kapasitas dari lini komputer meja dan laptop pun menjadi keputusan yang tidak bisa ditawar.

Fokus pada Intel Xeon 6 dan Granite Rapids

Fokus utama pengalihan pabrikasi Intel saat ini tertuju pada lini Intel Xeon 6 yang mengusung arsitektur Granite Rapids.

Permintaan terhadap prosesor server ini sudah jauh melampaui jumlah unit yang sanggup dicetak pabrik.

Padahal, skenario peningkatan volume produksi awal sudah diperhitungkan dengan cermat.

Tingginya kebutuhan pasar terbukti mengejutkan estimasi internal.

Kinerja finansial menjadi bukti konkret betapa menggiurkannya sektor ini.

Divisi Data Center dan AI Intel membukukan pendapatan Rp129,2 triliun ($7,3 miliar) pada kuartal ketiga.

Angka ini naik 17 persen dibanding kuartal sebelumnya dan melonjak hampir 80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Intel memproyeksikan tren permintaan tinggi ini bertahan hingga 2027 dan 2028.

Hal tersebut didorong oleh meluasnya adopsi beban kerja pemrosesan inferensi dan sistem AI independen yang sangat haus daya pemrosesan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru