Pihak Betrand Peto akhirnya buka suara setelah kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret namanya naik ke tahap penyidikan. Melalui pengacaranya, Betrand menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum.
Pernyataan itu disampaikan pengacara Betrand, Sandy Arifin. Ia menegaskan kliennya siap kooperatif dan yakin tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Perlu digarisbawahi, seluruh perkara ini masih berstatus dugaan, dan belum ada putusan pengadilan apa pun.
Kronologi yang Disampaikan
Kasus ini dilaporkan pada 3 April 2026 oleh seorang perempuan berinisial D, dengan nomor laporan polisi yang bertanggal 2 April 2026. Betrand kemudian diperiksa sebagai saksi pada 27 Oktober selama 11 jam.
Setelah pemeriksaan itu, perkara naik ke tahap penyidikan. Peningkatan status inilah yang kemudian memunculkan pernyataan terbaru dari kubu Betrand.
Belum Ada Salinan Berkas
Sandy menyebut tim hukum belum menerima salinan berkas perkara. Ia juga mengatakan Betrand bisa saja diperiksa lagi, dan kliennya akan mengikuti prosedur yang berlaku.
Sikap kooperatif menjadi kunci dalam perkara seperti ini. Selama proses masih berjalan, publik sebaiknya menunggu perkembangan resmi dari penyidik, bukan menyimpulkan sesuatu yang belum diputuskan. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil penyidikan yang sedang berjalan.
