Kabar duka datang dari dunia jazz Tanah Air. Harry Toledo — nama panggung dari Azhari Anto — meninggal dunia pada Kamis (5/11/2026). Kabar berpulangnya disampaikan antara lain oleh Sandy Pas Band lewat akun Instagram pribadinya, disusul ungkapan duka dari banyak musisi.
Sampai kabar ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya sang bassis, dan belum ada informasi mengenai pemakaman.
Belajar Otodidak dari Panggung Hajatan
Harry Toledo lahir di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada 6 Juli 1972, dan besar di Teluk Kuantan, Kuantan Singingi. Sejak sekolah dasar ia sudah bermain musik di pentas hajatan, dan mempelajari bass secara otodidak hingga namanya diperhitungkan di tingkat nasional.
Karier profesionalnya menanjak lewat grup Cherokee dan album Inner Beauty, kemudian proyek Bali Lounge — kolaborasi jazz dan lounge yang mempertemukan musisi Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Prancis, dan Singapura. Rekaman Bali Lounge di Singapura berlangsung tiga hari dan menghasilkan antara lain "Something's Wrong", "Apa", dan "Are You Here".
Daftar kolaboratornya lintas negara: Steven Seagal, Eros Ramazzotti, dan David Sanborn dari mancanegara; Desmond Amos, Anji, Tompi, dan Dewa 19 dari dalam negeri. Ia juga merilis tiga album solo — Soul Emotion Bass 1 (2006), Soul Emotion Bass 2 (2007), dan Soul Emotion Bass 3 (2008) — dengan album ketiga menggandeng Dwiki Dharmawan, Adi Adrian, Tompi, Syaharani, Trie Utami, dan Andrea Carter. Di komunitas, ia menjadi figur penting Indonesian Bass Family (IBF).
Kenangan Tompi untuk Sang Mentor
Bagi Tompi, Harry Toledo bukan sekadar rekan bermusik. Harry adalah orang pertama yang mengajaknya menjadi vokalis Cherokee, mengenalkannya kepada musisi internasional, dan membawanya dalam perjalanan Bali Lounge. Lagu "Goyang Berdendang" ciptaan Harry pada 2005 bahkan diaransemen ulang oleh Tompi.
Dalam ungkapan dukanya, Tompi berterima kasih atas pengalaman dan pelajaran yang ia terima, dan melepas kepergian sang sahabat dengan doa. Bagi Riau — terutama Rengat dan Teluk Kuantan — kepergian Harry adalah kehilangan seorang anak daerah yang membuktikan bahwa talenta dari kampung kecil pun bisa menembus panggung internasional.
