Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama merayakan finis runner-up Moto3 Malaysia di Sepang dengan cara yang tak biasa: menyantap walang goreng, makanan khas Gunungkidul, di parc ferme.
Veda mengaku rencana membawa belalang goreng itu sudah ada sejak awal tahun. Ia ingin memperkenalkan kuliner kampung halamannya kepada para pembalap lain dan timnya. Sayangnya, ia lupa membawanya saat putaran kandang di Mandalika, sehingga rencana itu baru terwujud di Malaysia.
Di Sepang, kru timnya lebih dulu mencicipi walang goreng tersebut pada hari Sabtu. Manajer tim Hiroshi Aoyama bahkan mengatakan di Jepang ia pernah mencoba makanan serupa, sehingga Veda pun mantap membawanya ke paddock.
Dibawa ke Podium Tanpa Disuruh
Momen paling unik terjadi pada hari Minggu. Tanpa diminta Veda, tim dan para pembalap justru membawa walang goreng itu naik ke atas podium. Veda sendiri mengaku kaget sekaligus senang melihat makanan khas daerahnya ikut merayakan podium.
Pemenang balapan, Maximo Quiles asal Spanyol, sempat bercanda menolak saat ditawari. "Oh, dia (Quiles) bilang, 'Oh enggak,' dia bilang 'Wah, gila kamu,' seperti itu," kata Veda sambil tertawa dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11).
Veda menjelaskan, "Jadi habis balapan itu, pas di parc ferme, saya sempat makan walang goreng itu. Nah, itu yang saya pikir, 'Oh, ini bisa jadi sesuatu yang unik,' karena itu juga jadi makanan khas Gunungkidul. Saya juga ingin memperkenalkan ke pembalap-pembalap lain dan tim saya."
Baginya, walang goreng bukan sekadar camilan. Makanan itu menjadi caranya membawa identitas Gunungkidul ke panggung balap dunia.