Yuk Menyibak Asal-Usul Tarakan Kota Muda di Kalimantan Timur Memilih Merdeka demi Kejaan Kalimantan Timur dengan Total Luas
Tarakan Ibukota Baru di Kaltim ini Dulunya Bagian dari Wilayah Kalimantan Timur yang Sudah Berusia 24 Tahun Kini jadi Pusat Ekonomi dan Industri
Terbentuk pada Tahun 1999, Kota Baru di Kalimantan ini Berjaya dengan Total Luas 657,33 km2 Dengan Nama
Kota Muda di Kalimantan Timur Memilih Merdeka
Terdapat sebuah kisah menarik dari Kalimantan Timur yang memperlihatkan semangat kemerdekaan, bukan dari penjajahan, melainkan dari ikatan administratif yang lama terjalin.
Kota muda ini, meski berusia 24 tahun, telah memutuskan untuk memisahkan diri dari provinsi asalnya.
Jika kita menjelajah sejarahnya, kota ini ternyata mempunyai akar yang kuat, pernah menjadi bagian dari kerajaan yang besar di Pulau Kalimantan.
Namun, sejak tahun 1999, kota ini secara resmi terpisah dari induknya dan menjadi bagian dari provinsi baru yang terbentuk.
Meskipun luas wilayahnya mencapai 657,33 km², kota ini tidak diberi kesempatan untuk menjadi ibu kota provinsi baru.
Sebaliknya, kehormatan tersebut jatuh kepada sebuah kecamatan yang usianya sudah mencapai 233 tahun.
Ini bukti bahwa kadang kala, usia bukanlah penentu utama dalam penunjukan sebuah kota sebagai pusat pemerintahan.
Mengapa kota ini memilih berpisah? Alasannya mungkin saja beragam, tetapi yang pasti, keputusan tersebut telah melalui pertimbangan yang matang.
Kota Tarakan, begitu nama kota ini, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bulungan.
Awalnya, kota ini adalah bagian dari wilayah kerajaan Tidung atau Tarakan, yang kemudian menjadi bagian dari Kalimantan Timur.
Namun, seiring dengan berlalunya Undang-Undang No. 20 tahun 2012, Kota Tarakan memilih untuk berpisah dari Kalimantan Timur.
Bersama dengan beberapa kabupaten lainnya seperti Bulungan, Tana Tidung, Malinau, dan Nunukan, Kota Tarakan akhirnya bergabung dengan Kalimantan Utara atau Kaltara.
Meskipun tidak menjadi pusat pemerintahan provinsi, Kota Tarakan tetap menjunjung tinggi semangat kemerdekaannya.
Bagi mereka, yang terpenting adalah kebebasan untuk berkembang dan menjadi lebih baik, bukan sekadar gelar atau status.
Mungkin saja suatu hari nanti, Kota Tarakan akan menjadi pusat kegiatan ekonomi atau pariwisata yang gemilang di wilayah Kaltara.
Siapa yang tahu? Yang pasti, semangat mereka telah menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk selalu berjuang demi mimpi dan tujuan yang lebih tinggi.***