Afifah Riyad, sebagai seorang ibu, mengaku merasa hancur dan marah setelah melihat rekaman-rekaman itu. Dalam keterangan unggahannya, ia menyatakan bahwa suster tersebut baru bekerja selama satu bulan di rumahnya. Awalnya, ia merasa nyaman dengan kehadiran sang suster karena anaknya tampak dekat dengannya. Namun, semua kepercayaan itu runtuh begitu melihat bukti visual yang begitu menyakitkan.
“Saya merasa dikhianati. Saya mempercayakan anak saya, yang masih sangat kecil dan belum bisa bicara dengan baik, kepada orang ini. Saya tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini,” ujar Afifah dalam unggahan video klarifikasinya.
Yang membuat kasus ini semakin viral adalah pengakuan langsung dari sang suster. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @afifahriyad, suster tersebut tampak duduk di hadapan Afifah dan mengakui perbuatannya. Dengan suara bergetar, ia mengatakan, “Saya dorong Victory, saya jambak dia, dan saya marahi.”
Saat ditanya alasan mengapa ia tega menjambak anak berusia dua tahun, jawaban sang suster justru mengejutkan. “Maksudnya bukan jambak yang keras-keras, Bu. Tapi biar dia dengar,” katanya. Pengakuan ini langsung menuai kritik dari netizen, karena jelas bahwa menjambak bukanlah cara yang pantas untuk mendidik atau menegur anak kecil.
Afifah pun melanjutkan interogasinya dengan pertanyaan tajam: “Harus dijambak dulu biar dia dengar? Harus didorong dulu? Harus ditarik tangannya?” Sang suster hanya bisa mengangguk pelan, tak mampu memberi alasan yang masuk akal.
Banyak netizen yang langsung bereaksi dengan kemarahan dan empati terhadap Victory. Banyak yang menyebut bahwa tindakan suster tersebut jelas merupakan bentuk kekerasan fisik dan psikologis terhadap anak. Beberapa pihak juga menyarankan agar kasus ini dilaporkan ke pihak berwajib, mengingat korban masih sangat kecil dan rentan mengalami trauma jangka panjang.