unique visitors counter
⌂ Beranda News Viral! Rekaman CCTV Ungkap Dugaan Kekerasan Suster terhadap Anak TikToker Afifah Riyad, Sang Pelaku Akhirnya Mengaku

Viral! Rekaman CCTV Ungkap Dugaan Kekerasan Suster terhadap Anak TikToker Afifah Riyad, Sang Pelaku Akhirnya Mengaku

Viral! Rekaman CCTV Ungkap Dugaan Kekerasan Suster terhadap Anak TikToker Afifah Riyad, Sang Pelaku Akhirnya Mengaku
Afifah • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Psikolog anak dan keluarga, dr. Rini Sekartini, M.Si., Psikolog, mengatakan bahwa tindakan seperti mendorong, menjambak, dan memarahi anak di bawah usia tiga tahun dapat menyebabkan dampak serius pada perkembangan emosional dan mental. “Anak usia dua tahun masih dalam tahap membentuk rasa aman dan percaya terhadap orang dewasa di sekitarnya. Jika ia mengalami kekerasan dari pengasuhnya, bisa timbul trauma, kecemasan, bahkan gangguan perilaku di masa depan,” jelasnya.

Afifah sendiri mengungkapkan bahwa ia telah memutuskan hubungan kerja dengan suster tersebut dan tidak akan mempekerjakannya lagi. Ia juga menyatakan akan lebih selektif dalam memilih pengasuh untuk anaknya di masa depan. “Saya belajar banyak dari kejadian ini. Tidak boleh lengah soal siapa yang mengasuh anak saya. Anak saya harus selalu dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih,” katanya.

Baca juga: Karya Listyanti Pertiwi Pegawai BPS Halmahera Timur Tewas Dibunuh Hanafi Rekan Kerja Akibat Utang Judi, Pelaku Nikahi Teman Sekamar Korban Saat Jenazah Belum Ditemukan

IN2

++++

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua, terutama yang memiliki anak kecil dan membutuhkan bantuan pengasuh. Memasang kamera CCTV di rumah bukan lagi sekadar tindakan waspada, melainkan bentuk tanggung jawab untuk melindungi anggota keluarga yang paling rentan. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemantauan berkala, komunikasi intensif dengan pengasuh, serta memahami tanda-tanda kekerasan pada anak.

Hingga kini, video pengakuan sang suster terus menyebar dan menjadi viral di berbagai platform. Banyak netizen yang memberikan dukungan kepada Afifah dan mendoakan kesembuhan emosional Victory. Beberapa komunitas perlindungan anak juga turut mengamati perkembangan kasus ini, berharap agar hal serupa tidak terulang pada keluarga lain.

in2

Di tengah hiruk-pikuk media sosial, pesan utama dari kisah ini jelas: anak-anak adalah generasi penerus yang harus dilindungi. Setiap tindakan kekerasan, sekecil apa pun, tidak bisa ditoleransi. Dan sebagai orang dewasa, kita punya kewajiban moral untuk menciptakan dunia yang lebih aman bagi mereka.

#StopKekerasanAnak – mari jadikan kasus ini sebagai momentum untuk lebih peduli, lebih waspada, dan lebih bertanggung jawab terhadap masa depan si kecil.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata Editor:: Maria Renata
📰 Update Terbaru