10 Daftar Deretan Sinetron & Film Unggulan dengan Rating Hari ini 5 Januari 2026 yang Menggugah Rasa Haru dan Cinta Pemirsa

10 Daftar Deretan Sinetron & Film Unggulan dengan Rating Hari ini 5 Januari 2026 yang Menggugah Rasa Haru dan Cinta Pemirsa

Cinta sepenuh jiwa-Instagram-

10 Daftar Deretan Sinetron & Film Unggulan dengan Rating Hari ini 5 Januari 2026 yang Menggugah Rasa Haru dan Cinta Pemirsa
Di tengah derasnya arus konten digital dan platform streaming, televisi nasional masih memegang peran penting sebagai sumber hiburan harian jutaan keluarga Indonesia. Stasiun-stasiun seperti SCTV, Indosiar, dan Trans7 terus menunjukkan eksistensinya dengan menyuguhkan sederet sinetron dan film unggulan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton. Dari kisah cinta generasi muda hingga drama keluarga yang sarat makna, berikut ulasan mendalam mengenai 10 tayangan pilihan yang layak masuk daftar tonton Anda.

1. “Merangkai Kisah Indah” – Indosiar: Romantika yang Menyentuh Kalbu
Ditayangkan oleh Indosiar, sinetron Merangkai Kisah Indah membawa penonton menyusuri perjalanan cinta dua insan yang dipisahkan oleh luka masa lalu namun kembali dipertemukan oleh takdir. Dengan latar belakang kota kecil yang kental nuansa kekeluargaan, sinetron ini berhasil menampilkan kisah cinta yang realistis, penuh perjuangan, namun tetap mempertahankan keindahan dalam setiap konflik yang muncul.



Alur cerita yang terstruktur dengan baik, ditambah akting para pemain yang natural, menjadikan sinetron ini salah satu yang paling dinantikan setiap harinya. Penonton pun kerap membanjiri media sosial dengan ulasan haru, terutama saat adegan puncak drama keluarga tampil menjelang akhir episode.

2. “Jejak Duka Diandra” – SCTV: Perjalanan Hidup yang Penuh Luka dan Harapan
SCTV kembali membuktikan kepiawaiannya dalam menyajikan drama emosional melalui Jejang Duka Diandra. Sinetron ini mengisahkan perjuangan seorang perempuan muda yang harus menghadapi trauma masa kecil, kehilangan orang tercinta, hingga upaya membangun kembali hidupnya dari nol.

Cerita ini tidak hanya fokus pada perjuangan individu, tetapi juga menyisipkan isu sosial seperti stigma terhadap korban kekerasan dan pentingnya dukungan psikologis dalam proses pemulihan. Tak heran bila banyak penonton menyebut sinetron ini sebagai “cermin perjuangan perempuan modern” yang penuh keteguhan.



3. “Cinta Sedalam Rindu” – SCTV: Ketika Cinta Bertahan Meski Dalam Jarak
Masih dari SCTV, Cinta Sedalam Rindu menawarkan kisah cinta jarak jauh yang begitu relevan di era digital. Dua tokoh utama dipisahkan oleh tugas negara, impian pribadi, dan tekanan keluarga—namun cinta mereka tetap menyala, bahkan semakin membara seiring waktu.

Sinetron ini sukses menggambarkan bahwa cinta sejati tidak selalu tentang kebersamaan fisik, tetapi tentang kesetiaan, komunikasi, dan kepercayaan. Dialog-dialog puitis dan setting visual yang estetik juga menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda yang aktif di TikTok dan Instagram.

4. “Arisan” – Trans7: Komedi Sosial yang Menggigit Realita
Ditayangkan oleh Trans7, film Arisan menjadi salah satu karya legendaris yang hingga kini masih relevan. Mengangkat tema persahabatan, identitas seksual, dan dinamika sosial di kalangan kelas menengah perkotaan, film ini berhasil memadukan humor ringan dengan kritik sosial yang tajam.

Keberanian film ini dalam menyoroti isu LGBTQ+ di masa awal 2000-an menjadikannya pelopor dalam representasi keberagaman di layar kaca Indonesia. Tidak mengherankan bila Arisan masih sering dijadikan bahan diskusi di kalangan akademisi dan pecinta film nasional.

5. “Beri Cinta Waktu” – SCTV: Cinta yang Tumbuh Perlahan, Tapi Mendalam
Sinetron Beri Cinta Waktu menampilkan pendekatan yang berbeda dalam bercerita tentang cinta: tidak terburu-buru, tidak dramatis berlebihan, namun justru terasa autentik. Mengisahkan pasangan yang awalnya tidak saling menyukai, namun lambat laun tumbuh saling menghargai dan mencintai, sinetron ini cocok untuk penonton yang menyukai kisah cinta bertahap.

Pengembangan karakter yang matang dan latar cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat penonton merasa “terwakili”. Hal ini juga mendorong banyak diskusi di platform seperti Twitter, terutama di kalangan usia 25–35 tahun yang mencari relasi sehat dalam percintaan.

6. “Wanita Istimewa” – SCTV: Kekuatan Perempuan dalam Menghadapi Ujian Hidup
Dengan judul yang penuh makna, Wanita Istimewa menyoroti perjuangan seorang ibu tunggal yang berjuang mempertahankan harga diri, menghidupi anak-anaknya, dan melawan stigma sosial. Sinetron ini tidak hanya mengharukan, tetapi juga menginspirasi.

Penonton kerap memuji akting pemeran utama yang mampu menampilkan kelemahan sekalig.ug kekuatan seorang perempuan dengan sangat seimbang. Banyak netizen menyebut bahwa karakter ini adalah “pahlawan tanpa jubah” yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

7. “Train to Busan” – Trans7: Ketegangan yang Menguras Emosi
Tayangan film Korea Train to Busan yang disiarkan oleh Trans7 berhasil memikat penonton Indonesia dengan cerita thriller pasca-apokaliptik yang intens. Mengisahkan sekelompok penumpang kereta yang berjuang bertahan hidup dari wabah zombie, film ini tidak hanya menawarkan aksi dan ketegangan, tetapi juga eksplorasi mendalam tentang nilai kemanusiaan, pengorbanan, dan cinta keluarga.

Ditayangkan ulang di layar kaca nasional, film ini kembali viral di TikTok dengan berbagai reaction video dan ulasan kritis dari komunitas film Indonesia. Banyak yang menyebut Train to Busan sebagai salah satu film Asia paling menyentuh dalam dekade terakhir.

8. “Ronggeng Kematian” – Trans7: Kombinasi Mistis dan Budaya yang Memikat
Adaptasi dari novel karya Remy Sylado, Ronggeng Kematian yang ditayangkan Trans7 membawa penonton menyusuri dunia tari tradisional Jawa yang penuh misteri dan intrik politik. Film ini tidak hanya menampilkan sisi horor, tetapi juga menggali akar budaya, spiritualitas, dan peran perempuan dalam struktur sosial feodal.

Visual yang kaya, dialog yang puitis, serta latar sejarah yang kuat menjadikan tayangan ini sangat berbeda dari film horor konvensional. Tayangan ini sering diapresiasi dalam forum budaya dan pendidikan sebagai media pelestarian nilai tradisional.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya