Pemungutan suara di Senat berakhir dengan hasil 47 berbanding 53, dan mayoritas suara mengikuti garis partai. Dewan Perwakilan Rakyat AS dijadwalkan membahas pertanyaan serupa pada hari berikutnya.

Evakuasi, gangguan pelayaran, dan insiden di kawasan Teluk

Badan Pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan eskalasi kekerasan telah memicu perpindahan penduduk dalam skala besar. UNHCR memperkirakan sekitar 100.000 orang meninggalkan Teheran dalam dua hari pertama sejak serangan AS dan Israel dimulai.

Untuk Lebanon, UNHCR mencatat sekitar 58.000 orang berada di tempat penampungan kolektif, sementara pejabat Lebanon menyebut angka pengungsi melampaui 80.000 orang.

Di wilayah Teluk, militer AS mengonfirmasi identitas tentara kelima yang tewas akibat serangan drone Iran di Kuwait pada hari-hari awal perang, serta menyebut telah mengumumkan nama yang diyakini sebagai tentara keenam yang meninggal dalam serangan tersebut.

Di jalur pelayaran, kepala Organisasi Maritim Internasional PBB menyebut sekitar 20.000 pelaut terjebak akibat situasi di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, UKMTO melaporkan sebuah kapal tanker di lepas pantai Kuwait terkena ledakan besar yang memicu tumpahan minyak, meski awak kapal dilaporkan selamat.


Qatar juga memulai langkah evakuasi sementara bagi warga yang tinggal di sekitar Kedutaan Besar AS di Doha sebagai tindakan pencegahan. Di sisi lain, penerbangan evakuasi yang disewa pemerintah Inggris dari Oman dilaporkan tertunda karena kendala teknis dan penumpang mendapatkan akomodasi hotel semalam tanpa biaya.

Maskapai Qatar Airways mengumumkan penerbangan bantuan dari Muscat menuju sejumlah kota Eropa, sementara operasional utama dari Doha disebut masih terdampak penutupan wilayah udara Qatar.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyampaikan pihaknya mencegat tiga rudal jelajah di luar kota Al-Kharj.