unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Pulau Kharg Iran: Kunci Ekspor Minyak dan Target Berisiko Tinggi

Pulau Kharg Iran: Kunci Ekspor Minyak dan Target Berisiko Tinggi

Pulau Kharg Iran: Kunci Ekspor Minyak dan Target Berisiko Tinggi
Citra satelit terminal minyak di Pulau Kharg, Iran
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Pulau Kharg, tempat terminal utama ekspor minyak Iran, telah menjadi pusat perhatian dalam perang yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Serangan terhadap infrastruktur minyak di Kharg atau invasi darat akan sangat membatasi ekspor minyak Iran, sumber pendapatan utama negara tersebut.

>>> USTR Bantah Tajuk Rencana Washington Post soal Tarif Paksa Korea Selatan

alt top

Serangan semacam itu juga akan menjadi eskalasi besar yang bisa memicu serangan balasan yang lebih berat terhadap infrastruktur Teluk Arab dan mendorong harga minyak lebih tinggi.

Kenaikan harga bahan bakar yang meroket sudah mengancam ekonomi global.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan pada pertengahan Maret telah 'menghancurkan' aset militer Kharg, tetapi tidak menargetkan infrastruktur minyak di pulau itu.

alt mid

Ia memperingatkan bahwa jika Iran terus mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, ia akan mempertimbangkan kembali keputusan untuk tidak menyentuh target energi di pulau tersebut.

Pada hari Kamis, Trump mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa AS akan 'mengambil kendali penuh' atas industri minyak dan gas Iran, termasuk terminal Pulau Kharg, dalam waktu yang 'tidak terlalu lama'.

Unggahan itu muncul saat serangan yang meningkat antara kedua negara mendekatkan Timur Tengah pada perang skala penuh.

Ancaman terbaru Trump muncul di saat upaya negosiasi untuk mengakhiri perang tampak macet.

Pulau Kharg terletak di seberang Teluk Persia dari pangkalan AS di Kuwait dan Arab Saudi.

>>> Jenewa Tingkatkan Keamanan Hadapi Protes Anti-G7 yang Diikuti 50.000 Orang

Pendudukan AS di pulau itu akan menempatkan tentara Amerika dalam posisi statis hanya 33 kilometer dari pantai Iran.

Itu berarti berada dalam jangkauan drone dan rudal Iran, jika Republik Islam bersedia menimbulkan kerusakan di wilayahnya sendiri.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru