Amerika Serikat dan Iran menghentikan serangan untuk hari kedua berturut-turut pada Minggu, 27 Juli 2025. Langkah ini memberi ruang bagi upaya diplomatik untuk kembali ke meja perundingan.
Belum jelas mengapa AS menghentikan serangan setelah hampir dua pekan menargetkan wilayah pesisir dan infrastruktur Iran. Pentagon belum memberikan tanggapan.
>>> Cara Nonton Live Streaming Persib vs Arema FC di Vidio, Simak Panduannya
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan Presiden Donald Trump "memberi ruang bagi perundingan."
Waltz menyebut Oman dan Iran serta sejumlah negosiator lain terlibat di berbagai level dalam beberapa pekan terakhir.
Waltz menepis kekhawatiran bahwa stok pencegat rudal AS menipis. Namun, para ahli mempertanyakan berapa lama AS dan Iran mampu mempertahankan serangan.
Sejak AS menghentikan serangan dua malam terakhir, Iran juga melakukan hal yang sama, kata juru bicara angkatan darat Iran kepada TV pemerintah pada Minggu.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara yang menjadi tuan rumah pasukan AS, menewaskan setidaknya tiga personel di Yordania dan satu di Irak.
Pejabat Regional Sebut Jeda sebagai Sinyal Positif
Seorang pejabat regional yang terlibat dalam mediasi mengatakan diplomasi sedang berlangsung. Jeda serangan AS dan Iran merupakan "sinyal positif yang membantu upaya de-eskalasi."
Pejabat tersebut mengatakan kedua negara ingin kembali ke kesepakatan gencatan senjata sementara.
Kompromi yang sedang dirundingkan berpusat pada pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dengan lebih sedikit pembatasan.
Periode 60 hari sejak kesepakatan interim ditandatangani pada pertengahan Juni kini memasuki paruh kedua.
Isu utama, terutama program nuklir Iran, masih belum dibahas karena mediator berupaya menjaga kedua pihak tetap berunding.
