Lalu Lintas Pelayaran di Selat Hormuz Capai Titik Terendah
Kekhawatiran terus berlanjut mengenai pelayaran di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab menuju Laut Merah.
Pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman pekan lalu mengancam akan memblokade pengiriman Saudi.
>>> Anggota DPRD DKI Yuke Yurike Ingatkan Keterbatasan Fiskal Jangan Hambat Pembangunan Jakarta
Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz berada pada titik terendah dalam tiga pekan, kata badan maritim di bawah Angkatan Laut AS pada Minggu.
Tidak ada serangan baru yang dikonfirmasi dalam 72 jam terakhir.
Iran pada Minggu mengatakan terus berkomunikasi dengan Oman tentang pengelolaan jalur aman kapal di Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pembicaraan telah mencapai kemajuan.
Baghaei juga mengatakan status selat itu tetap tidak berubah. Tehran menegaskan bahwa kesepakatan interim dengan AS memungkinkannya mengelola pelayaran di jalur air tersebut untuk saat ini.
Militer AS pada Sabtu mengatakan blokade angkatan laut yang baru diberlakukan kembali terhadap Iran terus berlanjut. Sebanyak 12 kapal komersial dialihkan, dua dinonaktifkan, dan dua diperiksa.
Netanyahu Dukung Penuh Upaya Trump
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana bertemu Trump di Washington pada Selasa.
Keduanya terakhir bertemu pada Februari, beberapa pekan sebelum perang melawan Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Netanyahu pada Minggu mengatakan kepada Fox News bahwa ia "sepenuhnya" mendukung upaya Trump untuk melemahkan Iran dan mendesaknya mengakhiri program nuklir.
"Jika dia bisa melakukannya tanpa kembali ke pertempuran militer yang intens, itu bagus. Kenapa tidak?"
Netanyahu mengindikasikan tidak akan menyampaikan informasi baru kepada Trump. Ia akan mendengarkan "apa yang ada di pikirannya, karena saya pikir dalam banyak hal, itu adalah keputusannya."
>>> Polisi Jerman Tembak Tersangka Serangan Berlin Pride
Namun, Netanyahu memperingatkan bahwa jika Iran kembali menyerang Israel, baik secara langsung maupun melalui proksi bersenjata, "itu akan membuat kesalahan besar."
