Sempat Kembali untuk Menyelesaikan Persoalan

Zendhy juga menyebut dirinya sempat kembali ke restoran dengan tujuan menyelesaikan persoalan secara baik.

Kedatangannya saat itu untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus menuntaskan kewajiban pembayaran kepada pihak restoran.

“Saya datang kembali untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan menyelesaikan kewajiban pembayaran. Harapan saya sebenarnya sederhana, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik tanpa harus berkembang menjadi polemik besar,” katanya.

Kasus Masuk Proses Hukum

Saat ini perkara tersebut telah ditangani oleh Bareskrim Polri.

Zendhy mengatakan dirinya memilih menghormati seluruh tahapan hukum yang sedang berlangsung, termasuk proses yang juga melibatkan pemilik restoran Bibi Kelinci Kemang, Jakarta Selatan, Nabila O Brien.


“Saya percaya proses hukum akan melihat seluruh peristiwa ini secara utuh dan objektif,” ujarnya.

Ajak Publik Lebih Bijak di Ruang Digital

Lebih jauh, Zendhy mengingatkan masyarakat mengenai dampak buruk penghakiman massal di media sosial.

Ia menilai dalam banyak kasus viral, opini publik sering terbentuk hanya dari potongan informasi tanpa memahami konteks lengkap sebuah peristiwa.

Menurutnya, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi berbagai pihak, baik sebagai pelanggan, pemilik usaha, maupun pengguna media sosial.

“Mungkin kita semua bisa belajar dari kejadian ini. Belajar menjadi konsumen yang lebih baik, belajar menjadi pemilik usaha yang lebih bijak dalam menyikapi pelanggan, dan juga belajar menjadi netizen yang tidak mudah melakukan cyberbullying. Pada akhirnya kita semua adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan. Yang penting adalah bagaimana kita belajar dan memperbaikinya tanpa harus saling menghancurkan di ruang digital,” pungkasnya.