Perbincangan soal kompleks hunian mewah di Shanghai kembali ramai setelah video udara kawasan tersebut beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan deretan bangunan megah yang berdiri di area luas dan tertutup.
Selain menampilkan kemewahan, narasi yang menyertai video turut menyeret nama konglomerat asal Indonesia. Hal inilah yang membuat isu tersebut cepat menyebar dan menjadi bahan diskusi publik.
Kawasan Elit dengan Skala Besar
Kompleks yang disebut Royal Garden ini berada di kawasan Sheshan, salah satu wilayah premium di Shanghai. Lokasinya dikenal sebagai area hunian eksklusif dengan akses terbatas.
Luas lahan yang disebut mencapai sekitar 180 hektar membuat kawasan ini menonjol dibanding properti lain di sekitarnya. Di dalamnya berdiri beberapa bangunan utama dengan karakter arsitektur yang berbeda.
Sejumlah vila dirancang dengan gaya klasik Eropa, lengkap dengan detail interior yang disebut bernilai tinggi.
Fasilitas dan Nilai Properti Jadi Sorotan
Kemewahan kompleks ini tidak hanya terlihat dari bangunannya. Fasilitas seperti helipad, kolam renang besar, dan danau buatan turut menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Selain itu, sistem keamanan disebut sangat ketat dengan dukungan tenaga penjaga dalam jumlah besar.
Perbincangan semakin ramai ketika muncul klaim nilai properti yang mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Namun, angka tersebut belum memiliki konfirmasi resmi.
Nama Pemilik Masih Diperdebatkan
Isu kepemilikan menjadi bagian paling menarik dari viralnya video ini. Nama Huang Zhiyuan, atau Teguh Ganda Wijaya, kerap disebut sebagai pihak yang memiliki kompleks tersebut.
Ia dikenal sebagai bagian dari keluarga besar pendiri Sinar Mas Group. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang memastikan keterkaitan tersebut.
Sejumlah informasi yang beredar masih bersifat dugaan, sehingga belum bisa dijadikan kepastian.